Patuhi Prokes, Penularan Covid-19 di KRL Bisa Ditekan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 07 Juli 2021 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 07 481 2436813 penumpang-transportasi-umum-dibatasi-70-persen-efektif-tekan-kasus-covid-19-FCBFG19o3A.jpg Penumpang KRL (Foto : Okezone)

PEMERINTAH telah menetapkan PPKM Darurat mulai dari 3 Juli hingga 25 Juli 2021 sebagai respon dari ledakan kasus Covid-19 yang terjadi. PPKM Darurat ini dimaksudkan untuk mencegah semakin bertambahnya penularan kasus akibat Covid-19 di masyarakat.

Selama masa PPKM Darurat, pemerintah betul-betul mengawasi mobilitas masyarakat dengan cara menutup pekantoran dan sejumlah fasilitas publik lainnya. Meski demikian, penggunaan transportasi umum masih diperbolehkan walau harus memenuhi syarat maksimum 70 persen penumpang.

Tentunya jumlah tersebut masih terbilang cukup banyak bagi transportasi umum. Lantas apakah dengan kebijakan 70 persen penumpang tersebut, bisa menurunkan kasus positif Covid-19 di Tanah Air?

Penumpang KRL

Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i menilai bahwa kebijakan 70 persen maksimal penumpang kendaraan umum tergantung pada protokol kesehatan yang dilakukan masyarakat di dalam transportasi itu sendiri.

"Untuk Kereta Rel Listrik (KRL) dan Transjakarta bagaimana kepatuhan memakai masker saat berada di ruang publik transportasi. Memang betul, 70 persen masih ramai, tapi jika protokolnya bagus, maka penularan bisa ditekan di transportasi," kata dr. Fajri saat dihubungi MNC Portal beberapa waktu lalu.

Baca Juga : WHO hingga Dokter Ingatkan Penyemprotan Disinfektan Luar Ruangan Sia-Sia

Lebih lanjut, dr. Fajri menyebut bahwa ada beberapa studi yang menyatakan bahwa penularan Covid-19 di transportasi umum, tidak terlalu tinggi. Namun, dengan syarat yakni protokol kesehatannya dapat diterapkan dengan baik.

"Sebab, transportasi massal yang sering dibuka tutup pintunya seperti KRL dan Transjakarta, sirkulasinya bagus, maka risiko penularannya kecil. Cuma masalahnya, kadang orang batuk sembarangan dan malas menggunakan masker," tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini