Covid-19 Anak dan Ibu Hamil Meningkat, Kemenkes: Prokes Ketat dan Tetap di Rumah

Siska Permata Sari, Jurnalis · Kamis 08 Juli 2021 09:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 481 2437316 covid-19-anak-dan-ibu-hamil-meningkat-kemenkes-prokes-ketat-dan-tetap-di-rumah-HUnw57vdN7.jpg Ilustrasi ibu hamil. (Foto: Valeria Aksakova/Freepik)

INDONESIA sedang menghadapi lonjakan kasus covid-19. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), angka kasus positif covid-19 bertambah sebanyak 34.379 orang per hari ini. Jika ditotal, kasus covid-19 di Tanah Air menjadi 2.379.397 orang.

Melihat situasi pandemi covid-19 terkini, Kemenkes mengimbau masyarakat menjalankan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat serta tetap di rumah saja. Terlebih kepada ibu hamil dan anak-anak, sebab belakangan kasus dua kelompok tersebut cenderung meningkat.

Baca juga: Prof Ari Ungkap Rahasia Cepat Sembuh dari Covid-19 dalam 7 Hari 

Hal itu dibeberkan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular sekaligus Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual pada Rabu 7 Juli 2021.

Ilustrasi anak-anak. (Foto: Freepik)

"Kami mengingatkan dan mengimbau masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat dan untuk tetap di rumah saja. Terutama pada kelompok usia anak-anak dan ibu hamil. Mengingat, kasus covid-19 pada kelompok ini cenderung meningkat," kata Siti Nadia, seperti dikutip dari konferensi pers Update PPKM Darurat yang disiarkan YouTube Kemenko Bidang Kemaritiman.

Baca juga: Terpapar Covid-19, Prof Ari Alami Gejala Ringan tapi Nilai CT Rendah 

Dia menerangkan, saat ini perlindungan yang ada kepada dua kelompok tersebut hanyalah menjalankan protokol kesehatan dengan sangat ketat. Di antaranya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

"Vaksinasi yang ada saat ini ditujukan kepada usia remaja, dan belum dapat diberikan kepada anak-anak yang berusia kurang dari 12 tahun dan juga kepada ibu hamil. Sehingga, perlindungan yang ada pada saat ini adalah dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat," jelas Siti Nadia.

Saat ini, sambung dia, Kemenkes juga berupaya meningkatkan jumlah testing dan tracing serta meningkatkan kapasitas respons kesehatan di tengah kebijakan PPKM Darurat di Jawa dan Bali yang berlaku sejak 3 sampai 20 Juli 2021.

"Pemberlakuan PPKM darurat diharapkan dapat mengurangi tingkat transmisi dengan segera, dibarengi dengan berbagai upaya meningkatkan kapasitas respons kesehatan, sehingga level situasi pandemi dapat menjadi lebih baik," jelasnya.

Baca juga: Viral Tukang Ojek Bangun Panti Rehabilitasi Anak-Anak Pecandu Lem dan Narkoba 

Ilustrasi anak-anak. (Foto: Freepik)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini