Kemenkes: Positivity Rate Covid-19 di Jawa dan Bali Masih Sangat Tinggi 19,9%

Siska Permata Sari, Jurnalis · Kamis 08 Juli 2021 09:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 481 2437326 kemenkes-positivity-rate-covid-19-di-jawa-dan-bali-masih-sangat-tinggi-19-9-F2j4ub4hJc.jpg Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. (Foto: Okezone)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengungkap positivity rate atau persentase jumlah penambahan kasus positif covid-19 di Pulau Jawa dan Bali mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya. Pada 6 Juli 2021, total kasus baru di Pulau Jawa dan Bali adalah sebanyak 24.801, menurun dari 25.271 di hari sebelumnya.

Hal tersebut diungkap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular sekaligus Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual pada Rabu 7 Juli 2021.

Baca juga: Prof Ari Ungkap Rahasia Cepat Sembuh dari Covid-19 dalam 7 Hari 

"Total kasus baru dari Pulau Jawa dan Bali adalah sebanyak 24.801 menurun dari 25.271 di hari sebelumnya. Jumlah testing 6 Juli berjumlah lebih dari 124.000 yang artinya meningkat lebih dari 20 ribu pemeriksaan dibanding hari sebelumnya," kata Siti Nadia, seperti dikutip dari konferensi pers virtual Update PPKM Darurat yang disiarkan di YouTube Kemenko Bidang Kemaritiman.

Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Okezone)

Meski kasus baru menurun, Siti Nadia mengungkap bahwa positivity rate di Pulau Jawa dan Bali masih terbilang sangat tinggi. Level situasi pandemi di Jawa dan Bali juga masih berada di level III atau IV yang artinya tingkat penularan di lingkungan tersebut terjadi sangat cepat.

"Positivity rate di Jawa dan Bali juga masih sangat tinggi yaitu 19,9 persen. Positivity rate ini menurun dari hari sebelumnya yang sebesar 24,7 persen, namun di tingkat provinsi pelacakan yang dilaporkan masih sangat rendah, jauh dari target yang diharapkan yaitu sekurang-kurangnya 15 kontak erat per kasus," ujarnya.

Baca juga: Terpapar Covid-19, Prof Ari Alami Gejala Ringan tapi Nilai CT Rendah 

Dia mengatakan, saat ini Kemenkes akan berupaya mendorong meningkatkan jumlah testing dan tracing serta meningkatkan kapasitas respons kesehatan di tengah kebijakan PPKM Darurat di Jawa dan Bali yang berlaku sejak 3 sampai 20 Juli 2021.

"Target jumlah testing, pelacakan, dan konversi tempat tidur perawatan harus ditingkatkan sesuai ketentuan, bersama pembatasan kegiatan masyarakat dalam pelaksaanaan PPKM Darurat. Hal inilah yang dapat menekan tingkat transmisi di komunitas sampai level situasi pandemi menurun ke arah tinhkat yang aman," terang Siti Nadia.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini