Gaya Bicara Nia Ramadhani Jadi Sorotan, Benarkah karena Efek Narkoba?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Kamis 08 Juli 2021 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 481 2437623 gaya-bicara-nia-ramadhani-jadi-sorotan-benarkah-karena-efek-narkoba-6KjmMTx4Au.jpg Nia Ramadhani (Foto : Instagram/@ramadhaniabakrie)

GAYA bicara Nia Ramadhani menjadi sorotan netizen setelah inisial namanya (RA) ramai di media sosial terkait kasus narkoba.

Saat pemberitaan terkait ibu tiga anak tersebut mencuat, banyak netizen yang mengomentari hal tersebut. Bahkan sebagian dari mereka telah menduga bahwa istri Ardi Bakrie itu mengkonsumsi narkoba lantaran kerap berbicara kurang jelas.

"Pantes Nia Ramadhani kalo ngomong suka belibet gajelas," tulis pitmpitt125.

"Pantesan nia ngomongnya agak ngawur kurang bs kt pahami," tulis keekeeess.

"Pantes ngomongnya belibet suka ngelantur," tulis rekarosela.

Nia Ramadhani

Lantas benarkah efek narkoba membuat seseorang sulit dalam berbicara?

Saat ini bahaya dan dampak narkoba atau narkotika dan obat-obatan pada kehidupan dan kesehatan pecandu dan keluarganya semakin meresahkan.

Narkoba adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.

Baca Juga : Gaya Bicara Nia Ramadhani Kini Jadi Sorotan Netizen

Seperti yang sudah diketahui, ada beberapa jenis obat-obatan yang termasuk ke dalam jenis narkoba yang digunakan untuk proses penyembuhan karena efeknya yang bisa menenangkan.

Namun jika dipakai dalam dosis yang berlebih, bisa menyebabkan kecanduan. Penyalahgunaan ini mulanya karena si pemakai merasakan efek yang menyenangkan.

Akan tetapi, narkoba dapat memiliki efek yang membuat penggunanya kecanduan. Jika sudah digunakan dalam jangka panjang, maka narkoba pun akan memberi efek buruk seperti dehidrasi, halusinasi, menunrunnya tingkat kesadaran, gangguan kualitas hidup, hingga kesulitan berbicara.

Melansir Addiction Helper, gangguan bicara adalah gejala kecanduan narkoba yang memengaruhi kemampuan Anda untuk berbicara dengan benar. Dengan kondisi ini, Anda akan kesulitan untuk berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain.

Saat Anda berbicara, ucapan Anda mungkin tidak jelas atau tidak koheren, dan tidak ada yang bisa memahami Anda. Jika tidak diobati, gangguan bicara dapat memengaruhi setiap aspek kehidupan Anda, termasuk sekolah atau pekerjaan, hubungan, dan peluang di masa depan. Kondisi ini pada akhirnya dapat mengakibatkan depresi dan kecemasan.

Ketika Anda, atau seseorang yang Anda kenal, menyalahgunakan obat-obatan dan zat-zat lain, zat-zat ini mengubah cara kerja otak Anda. Jika zat berbahaya ini kemudian sampai ke pusat komunikasi otak Anda, mereka dapat mempengaruhi fungsinya secara negatif, sehingga mengakibatkan gangguan bicara dan bahasa.

Paling tidak, penyalahgunaan zat dapat secara serius merusak otak Anda, yang menyebabkan kegagalan kognitif. Ketika ini terjadi, bagian otak yang mengontrol memori dan kosa kata akan terpengaruh.

Sehingga, ketika Anda mencoba untuk berbicara, pesan yang dikirim ke bagian yang bertanggung jawab untuk menghasilkan pidato menjadi bingung, otot-otot ini juga dapat melemah karena penggunaan narkoba yang konsisten, dan fungsi kognitif yang terlibat dalam berbicara terpengaruh.

Gangguan bicara hanyalah salah satu gejala penyalahgunaan narkoba yang disebabkan oleh kegagalan kognitif. Tergantung pada jenis narkoba yang Anda konsumsi, lama dan konsistensi penggunaan narkoba Anda, dan fungsi komunikatif lainnya, seperti yang terkait dengan mendengarkan, membaca, menulis, dan bahkan memecahkan rumus sederhana atau kompleks juga dapat terpengaruh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini