Sebelum Mencoba Program Bayi Tabung, Ketahui Dulu Sederet Syaratnya

Antara, Jurnalis · Kamis 08 Juli 2021 22:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 612 2437708 sebelum-mencoba-program-bayi-tabung-ketahui-dulu-sederet-syaratnya-y3cWpWeZ9z.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

GANGGUAN kesuburan memang menjadi salah satu kendala pasangan yang ingin memiliki keturunan. Memang, seseorang tidak bisa dicap memiliki gangguan kesuburan jika belum melakukan pemeriksaan secara mendalam.

Tapi kini sudah ada teknologi reproduksi yang dapat membantu seseorang mendapatkan keturunan, yakni program bayi tabung atau in-vitro fertilization (IVF).

Spesialis kebidanan dan kandungan dr. Shanty Olivia Jasirwan, Sp.OG-KFER dari Universitas Indonesia memaparkan, indikasi program bayi tabung di antaranya ketika kedua saluran telur tersumbat, kualitas sel telur yang kurang baik seperti pada endometriosis, usia perempuan sudah lanjut, kualitas sperma yang buruk, serta disfungsi seksual.

Terkadang, program bayi tabung juga dibutuhkan pada kondisi gangguan pematangan sel telur yang tidak juga berhasil dengan hanya pemberian obat-obat pembesar telur.

"Apabila Anda dan pasangan memiliki masalah ini, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi.

Bayi Tabung

"Kondisi organ reproduksi yang kurang baik dapat menghambat terjadinya kehamilan dan merupakan alasan yang cukup kuat bagi Anda dan pasangan melakukan program bayi tabung (IVF)," kata dia dalam keterangan resmi, Kamis.

Nah, sebelum melakukan proses bayi tabung, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, agar proses bayi tabung berjalan salah satunya fit and proper test Anda dan pasangan.

Tes ini dilakukan dengan melakukan wawancara awal untuk mengetahui riwayat pernikahan, berapa lama pernikahan, siklus haid, riwayat penyakit dan operasi, riwayat pekerjaan, riwayat pengobatan sebelumnya, dan lainnya.

Syarat yang harus dipenuhi di antaranya Anda dan pasangan adalah suami istri yang sah, tidak menggunakan donor sperma atau telur dari bukan pasangan. Selain itu calon ibu belum menopause dan tidak punya penyakit yang bisa diperberat oleh kehamilan seperti penyakit jantung.

Kondisi rongga rahim juga harus sehat, tidak ada mioma, polip dan perlekatan yang bisa mengganggu rongga rahim. Sebab, rongga rahim penting untuk penempelan embrio. Jika ada kelainan rongga rahim, harus ada tindakan operatif sebelum embrio ditanamkan ke dalam rahim.

Syarat lainnya adalah tidak ada cairan pada salah satu atau kedua saluran telur (hidrosalping). Apabila ini terjadi, maka harus dilakukan tindakan berupa laparoskopi operatif untuk mengangkat saluran telur yang terkait untuk mencegah leakage cairan dari saluran telur ke dalam rongga rahim yang nantinya dapat mengganggu penempelan embrio.

Syarat lain yang tak kalah penting adalah siap secara mental dan finansial.

Pasangan yang sudah memenuhi syarat bisa melanjutkan dengan serangkaian pemeriksaan, mulai dari pemeriksaan dasar infertilitas berupa analisis semen sperma, histerosalpingografi (HSG) untuk mengevaluasi saluran telur, USG transvaginal, dan konfirmasi ovulasi dengan melihat siklus haid wanita atau dengan pemeriksaan hormon.

Kemudian, calon ibu akan diberikan suntikan hormon setiap harinya untuk memperbesar ukuran beberapa cangkang telur (folikel), sehingga dapat dilakukan panen telur (ovum pick up). Nantinya, akan dipilih telur yang paling baik untuk digabungkan bersama sperma agar terjadi pembuahan.

"Apabila persiapan dan syarat-syarat sudah terpenuhi, maka dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi akan memulai program bayi tabung," jelas konsultan fertilitas, endokrinologi & reproduksi yang berpraktik di RS Pondok Indah IVF Centre.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini