Berapa Persentase Keberhasilan Program Bayi Tabung?

Antara, Jurnalis · Kamis 08 Juli 2021 23:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 612 2437768 berapa-persentase-keberhasilan-program-bayi-tabung-ikfS4V5BzN.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SALAH satu cara mendapatkan anak bagi mereka yang memiliki gangguan kesuburan adalah dengan program bayi tabung. Tapi, semua tindakan medis memang memiliki risiko, termasuk program bayi tabung.

Risiko yang mungkin bisa terjadi ketika menjalani program bayi tabung di antaranya adalah Sindroma hiperstimulasi ovarium (ovarian hyperstimulation syndrome/OHSS), sekitar 2 persen.

Ada juga risiko kehamilan multipel alias kembar, kehamilan ektopik serta perdarahan atau cedera pembuluh darah dalam rongga perut saat tindakan panen telur, juga risiko infeksi.

Spesialis kebidanan dan kandungan dr. Shanty Olivia Jasirwan, Sp.OG-KFER dari Universitas Indonesia menyarankan pasangan untuk memilih klinik bayi tabung (IVF) yang memiliki teknologi medis terdepan yang peluang suksesnya lebih besar.

Bayi Tabung

"Cek juga bagaimana kompetensi tim dokter yang menangani program bayi tabung, tim perawat, embriologis, bahkan andrologisnya. Beberapa klinik bayi tabung bahkan memiliki maternity counsellor yang secara personal mendampingi pasien dan program bayi tabung dibuat sesuai kebutuhan pasien," tuturnya.

Selain itu, angka keberhasilan bayi tabung tergantung dari usia calon ibu dan penyebab infertilitas pasangan. Pada umumnya, angka keberhasilan dapat mencapai 40-50 persen pada pasangan dengan usia calon ibu berusia kurang dari 35 tahun.

Sementara, pada pasangan dengan usia calon ibu berusia 35-40 tahun, tingkat keberhasilannya sekitar 25-35 persen. Sedangkan keberhasilan program IVF yang diikuti oleh calon ibu berusia di atas 40 tahun, angka keberhasilannya sekitar 10 persen.

Tingkat keberhasilan program bayi tabung juga ditentukan oleh dukungan pasangan dan orang-orang terdekat. Dia menegaskan program bayi tabung tidak dapat berjalan tanpa peran pihak suami karena pada proses bayi tabung tetap dibutuhkan sperma dalam proses pembuahan sel telur.

"Justru faktor sperma ini menjadi hal penting dalam menciptakan embrio yang berkualitas, sehingga seorang suami harus disiapkan betul kualitas spermanya dengan selalu menerapkan gaya hidup yang sehat," katanya.

Shanty menambahkan, peran suami juga meliputi dukungan untuk istri, dukungan finansial dan ikut serta menjalani beberapa pemeriksaan dasar, sampai ikut pada proses bayi tabungnya itu sendiri.

"Program bayi tabung (IVF) merupakan harapan baru bagi Anda dan pasangan yang ingin memiliki keturunan tetapi memiliki gangguan kesuburan. Persiapan yang matang sangat diperlukan demi memastikan kelancaran program bayi tabung ini," tutup dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini