Banyak Obat Ilegal Beredar Selama Pandemi, Ini Cara Melaporkan ke BPOM

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 09 Juli 2021 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 09 481 2438146 banyak-obat-ilegal-beredar-selama-pandemi-ini-cara-melaporkan-ke-bpom-WiWhFjfrJR.jpg Obat ilegal (Foto: NPR)

LEDAKAN Covid-19 yang tembus lebih dari 30 ribu kasus per hari membuat sejumlah obat dan vitamin menjadi langka di pasaran. Akibatnya banyak beredar obat-obatan yang harganya sudah jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET).

Ada pula obat ilegal yang dijual tanpa menggunakan resep dokter. Tentunya perbuatan oknum seperti ini sangatlah berbahaya dan bisa merugikan banyak pihak.

 obat

Merangkum dari Instagram resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Jumat (9/7/2021), semua masalah yang terjadi di lapangan terkait obat-obatan dan makanan tentu saja wajib dilaporkan kepada BPOM selaku badan yang berwenang mengatur dan mejamin keamanan produk.

Oleh sebab itu BPOM membagikan tips cara menyampaikan pengaduan kepada BPOM jika ditemukan kecurangan pada obat dan makanan.

1. Pilih media pengaduan yang mudah untuk digunakan

Instagram (@bpom_ri)

Twitter (@BPOM_RI)

Facebook (bpom.official)

WhatsApp (081.191.81.533)

SMS (081.21.9999.533)

Email ([email protected])

Website (www.pom.go.id)

Playstore (BPOM Mobile)

2. Sampaikan pengaduan dengan cara yang baik dan gunakan Bahasa Indonesia yang benar.

3. Informasi identitas diri dan nomor telepon yang dapat dihubungi.

4. Perhatikan jenis pengaduan yang disampaikan dan berikan informasi secara lengkap.

Pengaduan Pelayanan Publik BPOM

Sebutkan nama petugas, kronologis kejadian, isi lengkap laporan, misal: nomor pengajuan pelayanan, nama perusahaan, keluhan yang ingin disampaikan.

Pengawasan Obat dan Makanan

Laporan dilengkapi dengan identitas produk yang dilaporkan, foto atau video produk atau sarana, nama dan lokasi sarana, link penjualan (untuk penjualan online), dan informasi lainnya yang terkait.

5. Perhatikan jangka waktu penyelesaian pengaduan

5 HK (Hari Kerja): Permintaan informasi dan pengaduan yang bersifat normatif maksimal 5 hari kerja.

14 HK (Hari Kerja): Pengaduan yang tidak berkadar pengawasan dan atau tidak memerlukan pemeriksaan lapangan selambat-lambatnya 14 hari kerja.

60 HK (Hari Kerja): Penganduan yang berkadar pengawasan dan memerlukan pemeriksaan lapangan selambat-lambatnya 60 hari kerja.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini