Indonesia Hadapi Gelombang Kedua Pandemi, WHO Berikan Pedoman Turunkan Penularan

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Senin 12 Juli 2021 07:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 481 2439141 indonesia-hadapi-gelombang-kedua-pandemi-who-berikan-pedoman-turunkan-penularan-LqNJxWDJQq.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Fierce Biotech)

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui, saat ini Indonesia sedang menghadapi gelombang kedua pandemi Covid-19.

Lonjakan tinggi terkonfirmasi telah terjadi di DKI Jakarta, Bandung Raya, Semarang, Kudus, dan Surabaya, yang berasal dari varian delta.

Meski begitu, menurut Menkes Budi, apapun variannya tujuan utama dari setiap pandemi yang telah terjadi adalah mengurangi laju penularan.

 Menkes Budi Gunadi

"Karena banyak pandemi baru bisa selesai 5 tahun, 10 tahun, bahkan ada yang mencapai ratusan tahun. Jadi kita tidak usah terlalu berambisi bisa mengatasi pandemi dalam waktu 1 tahun. Itu jarang sekali hampir tidak ada saya rasa," kata Menkes Budi kemarin.

Virus Corona memang tidak sefatal virus lainnya, seperti HIV, MERS, atau TBC, karena tingkat kematiannya secara persentase rendah. Tetapi yang bahaya dari virus ini adalah penularannya sangat tinggi.

Menkes Budi memaparkan, data di dunia mengatakan bahwa dari 100 orang yang terinfeksi, 80% bisa isolasi mandiri dan diharapkan dalam 14 hari bisa sembuh, 20% masuk RS untuk dirawat, 5% dari 20% itu perlu ke ICU, dan 1,6-1,7% dari 20% itu yang wafat.

"Jadi, kalau yang kena 100 ribu kasus aktifnya, mungkin masih bisa ditangani. Tapi kalau yang kena jadi 1 juta, RS kita tidak akan mampu menangangi 20% dari jumlah itu," tambahnya.

Menkes Budi menuturkan, Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) sudah memberikan pedomam terkait cara mengurangi penularan. Yaitu ada 4 strategi utama, 3 strategi untuk orang sehat dan 1 strategi untuk orang sakit.

Strategi pertama mentaati protokol kesehatan atau perubahan perilaku. Menurut Budi, semua pandemi menuntut perubahan perilaku.

"Misalnya pakai masker, cuci tangan, dan menjaga jarak. Pakai masker bisa 95% menurunkan penularan," ujarnya.

Kedua, strategi deteksi, yaitu testing, tracing, dan isolation. Tujuannya agar bisa lebih cepat untuk tahu siapa yang tertular dan segera bisa diisolasi atau harus masuk RS.

Strategi ketiga vaksinasi, tujuannya untuk membangun herd imunity agar mempersulit penularan virus. Budi menegaskan, vaksinasi tidak bikin kebal, tapi antibodi atau imunitas orang yang sudah divaksin akan lebih siap.

"Sudah tahu musuhnya seperti ini. Jadi ketika musuhnya masuk bisa lebih cepat menanggulanginya. Vaksinasi tidak buat kebal, tetapi orang bisa lebih cepat sembuhnya. Orang yang tadinya parah menjadi ringan, sehingga mengurangi kesempatan virus untuk menular," jelasnya.

"Strategi keempat untuk orang sakit, yakni disiapkan tempat tidurnya di RS, obat-obatan, oksigen, dan segala macam," tandas Menkes Budi.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini