Menkes Budi Siap Tambahkan Tenaga Kesehatan saat Ledakan Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 12 Juli 2021 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 481 2439392 menkes-budi-siap-tambahkan-tenaga-kesehatan-saat-ledakan-covid-19-xgbvhljPwR.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Doctissimo)

PANDEMI Covid-19 yang semakin meledak di Indonesia, membuat pemerintah memutar otak untuk mengatur skema dalam memecahkan masalah. Sekadar informasi kenaikan kasus positif Covid-19 yang mencapai lebih dari 30 ribu dalam satu hari membuat tekanan di dalam rumah sakit semakin bertambah.

Tak hanya fasilitas serta kamar tidur rumah sakit, namun tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat (nakes) pun mengalami kekurangan dalam mengatasi situasi ini. Sebab tak sedikit dari dokter dan perawat yang ikut terpapar Covid-19 selama menjalankan tugasnya, sehingga memerlukan istirahat dan isolasi mandiri.

 Menkes Budi Gunadi

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah menyadari bahwa beberapa perawat dan dokter terkena Covid-19 dan harus melakukan isolasi mandiri.

Namun, di sisi lain pemerintah juga membutuhkan tambahan perawat dan juga dokter untuk mengatasi pandemi yang semakin memburuk. Oleh sebab itu Menkes Budi pun telah mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi masalah kurangnya nakes selama masa pandemi Covid-19.

“Kami telah mengidentifikasikan ada kebutuhan antara 16-20 ribu perawat dan kami sudah mempersiapkan dan mengidentifikasi tenaga-tenaga perawat yang sudah lulus sekolahnya, dan uji kompetensinya dan yang masih di tingkat akhir atas instruksi presiden,” terang Menkes Budi, dalam sesi jumpa pers di channel YouTube Sekertariat Presiden, Senin (12/7/2021).

Menkes Budi mengatakan, pihaknya akan melakukan diskusi dengan Kementerian Pendidikan untuk menggerakkan para perawat lulusan baru tersebut agar cepat praktek. Hal yang sama juga akan dilakukan Menkes Budi untuk mengisi kekurangan dokter yang akan membantu menangani pasien Covid-19 di Indonesia.

“Mengenai dokter, kami memiliki gap sekira 3 ribu dokter yang harus dipenuhi dengan penambahan kasus ini. Kami juga melihat bahwa dokter yang akan selesai internshipnya di tahun ini sekira 3.900, jadi kami sudah mempersiapkan dokter-dokter tersebut yang baru lulus internship untuk segera masuk,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini