Oksigen Langka, Pemerintah Akan Impor hingga Beli Alat Konsentrator

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 12 Juli 2021 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 481 2439402 oksigen-langka-pemerintah-akan-impor-hingga-beli-alat-konsentrator-TzewXdue0n.png Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Instagram @kemenkes_ri)

KETERBATASAN pasokan oksigen di tengah lonjakan kasus covid-19 menjadi perhatian pemerintah sejak beberapa pekan lalu. Tingginya permintaan dari rumah sakit serta banyaknya pasien isolasi mandiri yang membeli oksigen secara individual menyebabkan kelangkaan. Bahkan, ada oknum yang memanfaatkan situasi ini dengan menjual oksigen dengan harga tinggi di atas pasaran.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah pun segera mengambil tindakan untuk mengatasinya. Sebab, kebutuhan oksigen selama masa pandemi covid-19 sangatlah penting dan krusial. Pasalnya, sebagian besar pasien covid-19 mengalami kesulitan bernapas serta membutuhkan oksigen sebagai alat bantu pernapasannya.

Baca juga: Viral Cara Bedakan Oksimeter Asli dan Palsu ala Netizen, Mudah Lho 

Dalam sesi jumpa pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (12/7/2021), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan tiga skema yang sedang dijalankan pemerintah untuk mengatasi masalah keterbatasan pasokan oksigen yang dihadapi saat ini.

"(Pertama) pemerintah akan memperbanyak suplainya dengan cara membuka impor dari luar negeri yang sudah disetujui Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Kementerian Perindustrian untuk menambah 600 hingga 700 ton per hari," kata Menkes Budi.

Oksigen. (Foto: Sudin Perhubungan Jaktim/Antara)

Kedua, pemerintah mengupayakan meminta bantuan kepada para perusahaan besar dan industri yang memiliki kelebihan suplai oksigen (access capacity). Diperkirakan jumlah oksigen yang bisa diperoleh melalui jalur ini bisa mencapai 360 hingga 460 ton per hari.

Baca juga: Menkes: Penambahan 10 Juta Dosis Sinovac untuk Capai 2 Juta Vaksinasi per Hari 

"Langkah ketiga, pemerintah akan mengimpor banyak oksigen konsentrator. Di mana ini adalah alat kecil yang harganya antara USD600 sampai 800 (Rp8,6 hingga 11,5 juta) untuk dipasang di rumah sakit dan di rumah pribadi untuk memproduksi oksigen dari udara. Yang penting harus ada koneksi listrik saja," paparnya.

Menkes Budi berharap dengan tiga strategi tersebut masalah suplai oksigen untuk masyarakat bisa segera teratasi.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini