Gurita Kaca Langka Tertangkap Kamera Ekspedisi Laut Dalam di Samudera Pasifik

Andaru Danurdana, Jurnalis · Senin 12 Juli 2021 23:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 612 2439628 gurita-kaca-langka-tertangkap-kamera-ekspedisi-laut-dalam-di-samudera-pasifik-jrfzNr1X2s.jpg Penampakan gurita kaca langka di laut dalam Samudera Pasifik. (Foto: Mashable)

SEBUAH penelitian laut dalam Samudera Pasifik menemukan hewan gurita kaca yang sangat langka. Ekspedisi ini tepatnya dilakukan di sekitar Kepulauan Phoenix, Samudera Pasifik, atau sekira 2.650 kilometer barat daya Hawaii.

Dikutip dari laman Mashable, Senin (12/7/2021), ekspedisi ini dilakukan Schmidt Ocean Institute menggunakan Kapal Falkor. Salah satu rekaman ekspedisi menunjukkan penampakan gurita kaca yang sangat langka.

Baca juga: Kucing dan Anjing Bisa Sebarkan Covid-19, Epidemiolog Minta Dokter Hewan Bertindak 

"Di ekspedisi ini para ilmuwan menemukan dua ekor gurita kaca, spesies gurita berkulit nyaris transparan yang memperlihatkan saraf-saraf penglihatannya, bola mata, dan saluran pencernaan," tulis penyataan Schmidt Ocean Institute.

"Sebelum ekspedisi ini, hanya ada sedikit sekali rekaman langsung gurita kaca di alam liar yang membuat banyak ilmuwan harus mempelajari tentang spesies ini dari perut predator," lanjutnya.

Penampakan gurita kaca langka di laut dalam Samudera Pasifik. (Foto: Mashable)

Robot eksplorasi bawah laut milik Kapal Falkor, SuBastian, merekam video sepanjang 182 jam yang berisi kehidupan dasar laut. Mendokumentasikan spesies-spesies baru di sembilan gunung bawah laut yang sama sekali belum pernah dieksplorasi manusia.

Baca juga: Alquran dan Sains Ungkap Hewan Selalu Memberi Keuntungan bagi Makhluk Lain 

Para ilmuwan kelautan pun berhasil menemukan biota laut yang unik dan perlu diteliti dari rekaman SuBastian, seperti koral laut dalam yang dipenuhi bintang-bintang kecil di sekujur tubuhnya. SuBastian merekam semua kejadian ini di kedalaman 4.750 kaki atau 1.447 meter di bawah laut.

"Pengetahuan manusia tentang dasar laut hingga kini masih sangat sedikit. Tiap rekaman yang kami punya pasti sebagian besar adalah kejadian unik yang belum pernah kami lihat sebelumnya," ujar Alan Leonardi, direktur National Oceanic and Atmospheric Administration’s Office of Ocean Exploration and Research.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini