WHO Peringatkan Bahaya Mencampur Vaksin Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 13 Juli 2021 08:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 481 2439745 who-peringatkan-bahaya-mencampur-vaksin-covid-19-vqeI79Q52O.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: Reuters)

SEORANG ilmuwan Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan untuk tidak ada yang mencampur vaksin Covid-19 di tengah ketidakpastian keamanan dan kemanjuran dari vaksin tersebut.

Regimen vaksin campuran mengacu pada vaksinasi dari produsen vaksin Pfizer yang dicampur dengan AstraZeneca, atau sebaliknya.

 Vaksin Covid-19

"Itu upaya yang berbahaya," tegas Dr Soumya Swaminathan, Kepala Ilmuwan WHO dalam konferensi pers virtual, belum lama ini, dikutip dari Fox News, Selasa (13/7/2021).

"Kita semua sekarang berada di zona bebas data, bebas bukti untuk mencampur-campurkan vaksin," sambungnya.

Dia melanjutkan, penelitian terkait dengan 'mix and match' vaksin Covid-19 memang sedang berlangsung, tetapi mengutip dari temuan awal Universitas Oxford bahwa vaksinasi campuran dari vaksin AstraZeneca yang dikembangkan bersama oleh Oxford diikuti oleh vaksin Pfizer diketahui menginduksi antibodi dan respons sel T yang lebih tinggi daripada urutan terbalik.

"Namun, respons antibodi tertinggi terlihat setelah pemberian Pfizer-BioNTech dua dosis dan respons sel T tertinggi dari pemberian vaksin AstraZeneca-Oxford, diikuti Pfizer-BioNTech," bunyi rilisnya.

Seorang penyelidik percobaan vaksin campuran AstraZeneca dan Pfizer, Matthew Snape, seorang profesor di bidang pediatri dan vaksinologi di Universita Oxford, mencatat bahwa regimen vaksin campuran dapat memungkinkan lebih banyak fleksibilitas dalam peluncuran global.

Meski begitu, Swaminathan memperingatkan bahwa dengan menggunakan vaksin campuran akan membuat kacau di banyak negara.

"Akan timbul masalah masyarakat bingung kapan dan dengan apa mereka akan mendapatkan dosis kedua, ketiga, keempat," terangnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini