BPOM Ubah Aturan Distribusi Obat, Percepat Akses Penanganan Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 13 Juli 2021 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 481 2440099 bpom-ubah-aturan-distribusi-obat-percepat-akses-penanganan-covid-19-wpVhIQ8PxH.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

REGULATOR pengawas obat dan makanan, BPOM RI terus menggenjot upaya penanganan Covid-19 agar bisa lebih cepat lagi. Terbaru, Kepala BPOM, Penny Lukito mengubah dua regulasi atau peraturan terkait akses obat.

Saat ini, BPOM diketahui dalam aturan Keputusan Kepala Badan POM No.HK.02.02.1.2.07.21.281 Tahun 2021, tentang perubahan kedua atas Keputusan Kepala Badan POM Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Emergency Use Authorization (EUA), memfasilitasi pendistribusian obat yang sudah mendapatkan izin penggunaan darurat di apotik untuk pasien ringan dengan menggunakan resep dokter.

“Sebelumnya di peraturan yang ada, obat atau vaksin yang sudah ada EUA itu hanya bisa diberikan di rumah sakit. Tapi karena ini untuk percepatan akses, karena juga merespon terhadap isolasi mandiri yang difasilitasi layanan telemedicine, maka kesediaan obat perlu ada di apotik. Makanya regulasi ini kami keluarkan,” papar Penny dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IX DPR RI, Selasa (13/7/2021).

Kepala BPOM

Aturan yang kedua, yakni Keputusan Kepala Badan POM tentang Petunjuk Teknis Prinsip Penggunaan Obat melalui Skema Perluasan Penggunaan Khusus atau Expanded Access Program (EAP) yang dikeluarkan untuk memberikan akses perluasan pada obat yang masih menjalankan uji klinik.

“Memberikan akses perluasan bagi obat yang masih menjalankan uji klinik, calon obat Covid-19 yang digunakan juga di sarana pelayanan kesehatan di luar dari rumah sakit yang jadi fasilitas untuk melakukan uji klinik,” tambahnya.

Baca Juga : Tunjukkan Data, BPOM: Belum Ada Indikasi Penimbunan Obat Covid-19 Secara Ilegal

Tapi patut diperhatikan, akses yang dipercepat ini semuanya dijalankan tetap harus memakai resep dari dokter dan tahapan prosedur yang ada.

“Semuanya tetap menggunakan resep dalam pengawasan dokter dan ada tahapan teknis yang harus dipenuhi, sehingga semuanya tercatat dengan baik dan juga memberikan data terhadap uji klinik yang sedang berlangsung. Dalam aturan inilah obat Ivermectin ini bisa diperluas penggunaannya, di luar dari rumah sakit yang menjadi fasilitas uji klinik,” tutup Penny.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini