Viral Video Situasi TPU Rorotan Jakut, Bukti Covid-19 Itu Nyata

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 14 Juli 2021 00:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 612 2440124 viral-video-situasi-tpu-rorotan-jakut-bukti-covid-19-itu-nyata-swv29qqm9P.jpg Video situasi TPU Rorotan Jakut (Foto : Instagram/@dr.fajriaddai)

LEDAKAN kasus Covid-19 di Tanah Air semakin bertambah parah. Berdasarkan data yang diperoleh dari laman resmi covid19.go.id, penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 40.427 per Senin 12 Juli 2021. Jumlah tersebut adalah rekor tertinggi yang diperoleh Indonesia sejak dilanda pandemi Covid-19 pada Maret 2020.

Meski demikian, masih saja banyak masyarakat yang menganggap remeh Covid-19 dengan abai dalam menerapkan protokol kesehatan. Bahkan baru-baru ini terdapat dokter yang menilai bahwa Covid-19 tersebut tidak nyata, meskipun sudah terlihat dengan jelas berdasarkan data yang dihimpun oleh pemerintah.

TPU Rorotan Jakut

Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhammad Fajri Adda’i baru-baru ini membagikan video singkat di akun Instagramnya @dr.fajriaddai mengenai situasi tempat pemakaman umum yang penuh sesak dengan jenazah Covid-19. Hal ini ia lakukan sebagai bukti otentik berdasarkan kenyataan di lapangan yang memperlihatkan bahwa Covid-19 itu nyata.

“Covid semakin meledak! Angka kematian tertinggi sedunia! Ironisnya, hoaks semakin deras bermunculan. Jaman telah maju berkembang. Pembunuh jaman 'now' itu bukan hanya senjata nuklir atau pistol tapi hoaks dan jari orang-orang yang menyebarkannya! Mau sampai kapan?,” tulis unggahan dr. Fajri.

Baca Juga : 2.164 Jenazah Covid-19 Dikuburkan di TPU Rorotan

Dalam video tersebut tampak ribuan nisan kayu berjejer di TPU Rorotan, Jakarta Utara. Kuburan tersebut tampak masih segar dengan tanah yang baru diuruk. Bahkan penggalian tanah dilakukan dengan alat berat untuk mempermudah dan mempercepat proses pemakaman. Para petugas yang bekerja pun dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap untuk mencegah penularan.

“Corona itu nyata! Haruskah terus bertambah? Bagaimana jika ini adalah keluarga kita?,” tambah dr. Fajri.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini