YouTuber Banyak Jadi Cita-Cita, Coba Kenalkan Anak Coding Sejak Dini

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Selasa 13 Juli 2021 21:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 612 2440133 youtuber-banyak-jadi-cita-cita-coba-kenalkan-anak-coding-sejak-dini-xGe0kcBQaJ.jpg Ilustrasi. (Foto: Parents)

BANYAK anak bercita-cita jadi YouTuber karena punya penghasilan fantastis. Tak ada salahnya orangtua mengenalkan coding pada anak sejak dini.

Menariknya, menurut survei dari Harris Polls dan Lego pada anak-anak berusia 8-12 tahun di Amerika Serikat, Inggris, dan Tiongkok, ternyata 1 dari 3 anak bercita-cita untuk membangun karier sebagai YouTuber. Sebanyak 18% anak-anak tersebut juga bercita-cita menjadi vlogger.

anak

Maka tak heran kalau generasi milenial berlomba-lomba untuk membuat konten viral agar bisa menjadi terkenal. Bahkan media sosial juga membuat seseorang jadi publik figur alias menjadi selebgram, YouTuber, dan pekerjaan lainnya.

Coding ternyata menjadi salah satu metode belajar yang menyenangkan untuk si kecil. Ada banyak manfaat terutama selama pandemi ini.

Ega Wachid Radiegtya dari DumbWays menuturkan, tak banyak orangtua tahu tentang metode belajar ini. Padahal cara ini bisa mengajarkan si kecil untuk memecahkan masalah, organisasi, matematika, mendongeng, merancang, dan banyak lagi.

"Bagusnya coding ini berguna dalam aspek kehidupan lainnya, sambil memungkinkan anak-anak mengekspresikan diri secara kreatif," ujarnya lewat keterangan resmi.

Belajar coding, kata Ega, juga memungkinkan anak-anak melakukan apa saja mulai dari menulis cerita dan membuat video game hingga membuat mod Minecraft dan merancang animasi.

Sementara itu, menurutnya, metode belajar coding pada anak belum menjadi andalan. Padahal di negara-negara tetangga, kegiatan belajar coding sudah dilakukan di sekolah formal.

Misalnya di Singapura, yang mulai menjadikan coding sebagai kurikulum wajib bagi siswa sekolah dasar (SD).

Ega pun mengutarakan ada sebuah studi oleh Google dan Gallup menunjukkan bahwa mengenalkan coding sejak dini adalah salah satu cara efektif untuk dapat mengecilkan kesenjangan gender dalam STEM.

"Karena coding meningkatkan kepercayaan pada anak-anak, terutama anak perempuan, untuk masuk lebih dalam ke area teknologi," tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini