Inspiratif! Anak Penjual Gado-Gado Lolos UTBK SBMPTN Kedokteran UGM

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 14 Juli 2021 02:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 612 2440176 inspiratif-anak-penjual-gado-gado-lolos-utbk-sbmptn-kedokteran-ugm-IfhgmlVfEW.jpg Fadila Putri. (Foto: Okezone)

ANAK perempuan ini mungkin tidak menyangka dirinya bisa lolos Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM). Dia bahkan menjadi siswi dengan dua nilai sempurna di UTBK SBMPTN 2021, yaitu Matematika dan Kimia.

Adalah Fadila Putri Fatihah, yang bersekolah di SMAN 5 Yogyakarta yang berhasil menembus kedokteran UGM ini. Meskipun, dia mengatakan sempat tidak percaya diri karena di tes pertama, ekspektasinya tak sesuai dengan realita. Tryout yang selalu dia kerjakan nyaris sempurna, berbeda kenyataan di hari H ujian.

"Di depan ruang ujian tuh saya masih baca rangkuman. Sampe akhirnya masuk ruang ujian, saya duduk seperti kebanyakan yang lainnya, nah pas mulai ujian, tuh, JRENGGG mantap langsung keluar angka," katanya kaget dengan apa yang dia lihat.

"Subtest pertama saya PK, baru duduk langsung disuruh ngitung. Padahal kalau tryout itu soal pertamanya tuh bacaan gitu, lho, asli saya panik banget parah. Saya sempat blank beberapa menit liatin soal baru ngerjain, sampe akhirnya melihat waktu sisa sedikit tapi banyak yang belum dikerjain, akhirnya pasrah, saya shalawatan saja," sambungnya.

Meski demikian, dia yakin dengan doa sang ibu pun yang selalu mengiringi dalam kesuksesan Puput, sapaan akrabnya, sampai di titik tersebut.

Fadhila Putri

"Aku sejujurnya sama dengan siswa lainnya, suka main di awal-awal sekolah. Tapi, saat mendekati ujian, aku berusaha keras untuk belajar dan meminta doa restu dari ibu dan mempertebal keimanan pada Allah SWT," katanya pada MNC Portal.

Di momen itu, Puput mengaku hanya bisa berdoa semoga skor subtes yang lain bisa 'nutupin' kesalahan di PK. Ia pun mengaku sempat down di tes pertama karena pengalamannya saat tryout PK, penggemar BTS itu mengaku jarang salah. "Buyar fokusnya, padahal baru mulai," keluhnya.

Meski begitu, dia berhasil menguasai diri untuk menghadapi tes selanjutnya. Bermodal waktu 30 detik ke subtes berikutnya, Puput mencoba untuk menyemangati dirinya kembali. "Enggak apa-apa, bismillah Allah enggak tidur. Semoga subtes yang lain bagus, bismillah, ya, Allah. pokoknya pasrah," kata Puput dalam hati.

Akhirnya mau enggak mau, waktu tetap jalan. Puput maksimalkan di subtes lainnya. Selesai semua, Puput keluar ruangan dan langsung reflek nangis. Menurutnya, dia menangis lega tapi sedih karena tidak maksimal mengerjakan PK. Sampai-sampai ibunya yang sedari tadi menunggu di luar ruangan ujian bingung kenapa anak gadisnya itu menangis.

Dua bulan menunggu pengumuman, gadis kelahiran Bantul, 25 April 2003 itu sudah tak berharap apa-apa, takut kalau terlalu berharap malah nyesek kayak waktu SNMPTN. Ya, Puput sebelumnya pernah gagal di ujian SBMPTN dengan pilihan jurusan Gizi Kesehatan di UGM.

Walaupun dia tahu ujiannya sudah terjadi, tidak bisa diubah lagi, dia tetap berdoa, shalawatan, 'kencengin jalur langit'. "Malahan saya sudah kepikiran worst case-nya, yaitu gap year, sudah di tahap ikhlas gitulah. Rencananya nanti mau bantu ibu, terus saya jualan Boba sama buka olshop gitu sambil belajar buat UTBK tahun depan," ucap Puput di tengah kepasrahannya.

Ternyata Allah ngasih yang lebih baik. Ya, nilai ujian keluar dan Puput tak menyangka bisa meraih apa yang diinginkannya. "Saya lolos di FK UGM, enggak percaya banget waktu itu, kayak mimpi gitulah. Buka pengumumannya juga pas mau Magrib, kalo gagal saya mau langsung tidur sambil nangis," ujarnya.

"Emang benar, kalau sudah ikhlas dan pasrah, Allah bakalan ngasih apa yang kita mau. Enggak jadi jualan Boba deh," katanya diakhiri dengan tawa ringan.

Puput si anak penjual gado-gado itu mengaku amat bahagia dengan apa yang dia capai ini. Sang ibu pun teramat bangga dengannya, terlebih di keluarganya belum ada satu orang pun yang masuk jurusan kedokteran.

Fadhila Putri

"Kalau ditanya apakah bahagia, sudah pasti bahagia. Akhirnya bisa bikin bangga ibu dan keluarga. Orangtuaku enggak kepikiran aku bisa lolos di FK UGM ini, karena di keluarga enggak ada yang jadi dokter. Enggak muluk-muluk istilahnya, lolos di UGM saja sudah senang kata ibu. Alhamdulillah," ujar Puput bangga akan dirinya.

Puput yang juga ngefans dengan Day6 itu pun menyelipkan pesan untuk teman-teman di luar sana yang punya cerita hidup kurang lebih sama yaitu berasal dari keluarga sederhana.

"Dulu, aku juga kayak yang lain, sering envy lihat hidup orang lain kok kayaknya enak, privileged, gampang banget buat dapetin sesuatu. Sampai akhirnya aku sadar kalau privilege itu enggak selalu tentang ekonomi yang serba berkecukupan," terangnya.

Ia melanjutkan, seseorang memang kerap diberi cobaan dan ujian. Tapi, ketika daya juang kita tinggi, maka kita akan menjadi lebih kuat, juga lebih menghargai sesama karena pernah merasakan enggak enaknya hidup. "Don't ever giving up, semua perjuangan kita akan dibalas manis pada waktunya, tetap sabar dan positive thinking walaupun realita kadang menyakiti," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini