Share

Di Tengah Pandemi, Ibu Hamil Jangan Lupa Konsumsi Makanan Bergizi

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 14 Juli 2021 10:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 14 481 2440362 di-tengah-pandemi-ibu-hamil-jangan-lupa-konsumsi-makanan-bergizi-uzMA6BMLRB.jpg Ibu hamil (Foto: Web MD)

DATA dari WHO menunjukkan di Indonesia, sebanyak 177 orang ibu mengalami risiko kematian dari 100.000 kelahiran pada tahun 2017. Sementara pada 2018, 12,7 persen dari 1.000 bayi yang lahir meninggal dalam masa neonatus atau neonatal. Adapun angka kematian balita pada tahun 2018 tercatat sebesar 25 persen per 1.000 kelahiran.

Sejatinya angka risiko kematian tersebut dapat ditekan jika para calon ibu tidak lupa memperhatikan asupan gizi dan pola hidup sehat selama masa kehamilan, terlebih di masa pandemi Covid-19.

 asupan gizi

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Eric Kasmara Sp. OG selalu mengingatkan agar para ibu hamil mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung empat sehat lima sempurna.

Dokter Eric mengatakan, makanan bergizi seimbang tersebut adalah makanan yang mengandung sumber karbohidrat, protein, lemak, dan serat. Makanan yang mengandung zat-zat tersebut sebaiknya dikonsumsi setiap hari.

"Makanan empat sehat lima sempurna adalah makanan yang mengandung sumber karbohidrat, protein, lemak, dan serat," ujarnya belum lama ini.

Selain makan makanan yang mengandung protein, ibu hamil juga harus banyak makan sayur-sayuran dan buah-buahan agar mendapatkan vitamin dan mineral bagi si ibu dan calon bayinya. Namun jangan makan dengan porsi berlebihan, harus dimakan sesuai kebutuhan.

Sementara itu, Acting Country Representative dari Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) di Indonesia, Dokter Agnes Mallipu menjelaskan, dari masa kehamilan sampai dengan anak berusia dua tahun merupakan periode yang sangat membutuhkan perhatian khusus dalam rangka tumbuh kembang anak. Namun sayangnya, masih banyak calon ibu yang kurang menyadari hal tersebut.

“Banyak yang tidak menyadari bahwa masa kehamilan sampai dengan anak berusia dua tahun atau 1.000 hari pertama kehidupan adalah periode yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Program kerja sama GAIN dengan Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan status gizi masyarakat yang dilaksanakan sejak tahun 2017 ini, di antaranya adalah program perbaikan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan," kata Dokter Agnes.

Pemberlakuan protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19, lanjut Dokter Agnes, menyebabkan beberapa kegiatan edukatif-interaktif untuk ibu hamil dan ibu dengan anak bawah dua tahun (BADUTA) seperti modul Emo Demo di Posyandu tidak dapat dilaksanakan secara tatap muka.

"Sebagai respons terhadap situasi ini, GAIN berinisiatif menciptakan game interaktif berbasis Android, yakni game Kimo untuk tetap dapat menjangkau kaum ibu dalam memberikan informasi dan pemicuan perubahan perilaku agar selalu menjaga kesehatan dan mengonsumsi makanan bergizi selama masa kehamilan, terlebih di masa pandemi ini," jelas Dokter Agnes.

Sejalan dengan Dokter Agnes, Produser Game Kimo Tedy Ardyan berharap aplikasi game ini dapat memberikan pembekalan bagi ibu hamil ataupun ibu dengan anak. Dengan begitu, pada calon ibu dapat menjalani kehamilan dengan sehat dan bahagia. Adapun ibu dengan anak dapat mengasuh anak dengan baik.

Menurutnya, kehadiran buah hati bukan hanya tentang kelahiran seorang bayi, namun juga sebuah proses pembelajaran bagi ibu dan ayah yang pasti ingin melihat anaknya tumbuh sehat, cerdas, bahagia, dan tercukupi gizinya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini