Chico Hakim Cari Donor ASI untuk Anaknya, Apa Saja Syarat Pendonor ASI?

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 14 Juli 2021 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 14 612 2440540 chico-hakim-cari-donor-asi-untuk-anaknya-apa-saja-syarat-pendonor-asi-DiHyn8uGNA.jpg Chico dan mendiang istri (Foto: Inst)

SEDIH, kabar duka datang dari mantan suami Wanda Hamidah, Chico Hakim. Sang istri, Citra Soeroso diketahui hari ini, Rabu 13 Juli 2021 telah meninggal dunia.

Penyebab meninggalnya Citra sampai saat ini belum diketahui pasti. Namun Citra diketahui sempat menjalani perawatan di rumah sakit, dan lewat akun Instagram miliknya, Chico pernah menyiarkan kabar bahwa ia tengah mencari donor ASI untuk anak keduanya yang baru lahir.

 Istri Chico

Tak sembarang ibu bisa menjadi pendonor ASI, bagi ibu yang ingin mendonasikan ASI nya harus lolos melewati beberapa tes, tepatnya beberapa tahap penapisan.

Mengutip laman situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Rabu (14/7/2021) berikut beberapa tahap penapisan yang harus dilalui oleh calon pendonor ASI.

A) Penapisan I

1. Memiliki bayi berusia kurang dari 6 bulan.

2. Sehat dan tidak mempunyai kontra indikasi menyusui.

3. Produksi ASI sudah memenuhi kebutuhan bayinya dan memutuskan untuk mendonasikan ASI atas dasar produksi yang berlebih.

4. Tidak menerima transfusi darah atau transplantasi organ/jaringan dalam 12 bulan terakhir.

5. Tidak mengonsumsi obat, termasuk insulin, hormon tiroid, dan produk yang bisa mempengaruhi bayi. Obat atau suplemen herbal harus dinilai kompatibilitasnya terhadap ASI.

6. Tidak ada riwayat menderita penyakit menular, seperti hepatitis, HIV, atau HTLV2.

7. Tidak memiliki pasangan seksual yang berisiko terinfeksi penyakit, seperti HIV, HTLV2, hepatitis B/C (termasuk penderita hemofilia yang rutin menerima komponen darah), menggunakan obat ilegal, perokok, atau minum beralkohol.

B) Penapisan II

1. Harus menjalani skrining tes kesehatan, meliputi tes HIV, human T-lymphotropic virus (HTLV), sifilis, hepatitis B, hepatitis C, dan CMV (bila akan diberikan pada bayi prematur)

2. Apabila ada keraguan terhadap status pendonor, tes dapat dilakukan setiap 3 bulan.

3. Setelah melalui tahapan penapisan, ASI harus diyakini bebas dari virus atau bakteri dengan cara pasteurisasi atau pemanasan.

Untuk menjaga mutu dan keamanan ASI, mulai dari soal kebersihan, cara penyimpanan, pemberian, dan pemerahan air susu, maka sang calon pendonor ASI harus mendapatkan pelatihan tentang kebersihan, cara memerah, dan menyimpan ASI.

Sebelum memerah ASI, pendonor harus cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, kemudian keringkan dengan handuk bersih. Air susu diperah di tempat bersih, jika memakai pompa, maka gunakan yang bagiannya mudah dibersihkan. Pompa ASI tipe balon karet berisiko terkontaminasi.

Terakhir, air susu harus disimpan pada tempat tertutup, botol kaca, kontainer plastik dari bahan polypropylene atau polycarbonate, botol bayi gelas atau plastik standar (perhatikan tata cara penyimpanan ASI).

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini