Cegah Sakit Jantung dan Diabetes, Bisa dengan Diet Pescatarian Lho

Antara, Jurnalis · Kamis 15 Juli 2021 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 481 2441125 cegah-sakit-jantung-dan-diabetes-bisa-dengan-diet-pescatarian-lho-uHJZzxyJkE.jpg Ilustrasi pelaku diet pescatarian. (Foto: Senivpetro/Freepik)

DIET pescatarian adalah salah satu pola hidup sehat yang dipilih banyak orang. Ini merupakan diet dengan tidak makan daging dan unggas, tetapi tetap makan ikan. Beberapa orang memilih menambahkan ikan ke pola makan vegetarian sehingga bisa meraih manfaat kesehatan dari pola makan nabati plus ikan yang menyehatkan jantung.

Sebagaimana dilansir laman Healthline, ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa diet pescatarian dengan pola makan nabati memiliki manfaat, termasuk risiko obesitas dan penyakit kronis yang lebih rendah seperti penyakit jantung dan diabetes.

Baca juga: Mengenal Diet Pescatarian, Apa Saja Manfaatnya? 

Berdasarkan hasil penelitian, Anda juga bisa mendapatkan banyak manfaat perlindungan dari diet pescatarian. Sebuah penelitian menemukan bahwa wanita yang menerapkan diet pescatarian mendapat 2,5 pon lebih sedikit (1,1 kilogram) setiap tahun daripada wanita yang makan daging.

Diet pescatarian. (Foto: Shutterstock)

Orang-orang yang mengubah pola makan ke arah yang lebih berbasis tanaman juga menunjukkan jumlah kenaikan berat badan yang lebih sedikit.

Baca juga: Dipasang di Gigi, Perangkat Baru Ini Bisa Bantu Turunkan Berat Badan 

Penelitian lain menyimpulkan bahwa diet pescatarian memiliki risiko 4,8 persen lebih rendah terkena diabetes dibandingkan pemakan daging yang sebesar 7,6 persen.

Selain itu, sebuah penelitian besar yang mengamati seseorang yang jarang makan daging atau diet pescatarian, menunjukkan bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung 22 persen lebih rendah dibandingkan dengan pemakan daging biasa.

Kepedulian lingkungan juga menjadi salah satu alasan mengapa seseorang menjadi pelaku diet pescatarian. Menurut PBB, memelihara ternak menyumbang 15 persen dari semua emisi karbon buatan manusia.

Baca juga: Pasien Covid-19 Masih Boleh Jalani Diet Gak Sih? 

Sebaliknya, memproduksi ikan dan makanan laut memiliki jejak karbon yang lebih rendah daripada memproduksi semua jenis daging hewan atau keju.

Sebuah studi pada tahun 2014 menghitung bahwa diet pemakan ikan menyebabkan emisi gas rumah kaca 46 persen lebih sedikit daripada orang yang makan setidaknya satu porsi daging sehari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini