Cerita Bangganya Alif Siswa SMP Divaksin Covid-19: Aku Percaya Bukan untuk Mencelakai

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 15 Juli 2021 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 612 2440973 cerita-bangganya-alif-siswa-smp-divaksin-covid-19-aku-percaya-bukan-untuk-mencelakai-yDd8rHZ0kr.jpg Alif saat disuntik vaksin Covid-19 (Foto: Dokumen Pribadi)

VAKSINASI Covid-19 kelompok usia 12-17 tahun sudah berjalan di beberapa lokasi, termasuk di area Bintaro. Salah satu pelaksana adalah Sekolah Pembangunan Jaya Bintaro.

Alif Riano Koesman adalah satu dari ratusan siswa Sekolah Pembangunan Jaya yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 di usianya yang sebentar lagi 14 tahun pada 1 Agustus. Ia pun menceritakan bagaimana pengalamannya divaksin Covid-19.

"Aku pas tahu sekolah ngasih vaksin Covid-19 senang banget, karena aku ngerasa itu cara sekolah ngasih perlindungan ke kita para siswanya," terang Alif dalam wawancara video call bersama MNC Portal, Kamis (15/7/2021).

Alif

Saat momen divaksin tiba, Alif pun tak merasa takut untuk disuntik. "Ya, biasa saja. Aku lihat sih teman-teman pas disuntik, tapi kan mereka pakai masker semua, dan ya, biasa saja enggak takut gimana-gimana," jawabnya saat ditanya apakah ada rasa takut saat lihat teman-teman disuntik.

Baca Juga : Ahok Sebut Banyak Orang Kaya Kena Covid-19 Parah Karena Takut Mati

Alif punya keyakinan bahwa dirinya setelah mendapatkan vaksin akan mendapatkan imunitas tubuh yang kuat. Dengan begitu, dia akan jadi lebih percaya diri melawan pandemi ini.

"Aku yakin banget pemerintah itu memberikan vaksin buat anak-anak seusia aku supaya kita semua terlindungi dari paparan virus. Aku percaya juga kalau pemerintah ngasih vaksin bukan buat mencelakai warganya, malah membantu supaya kita semua bisa menang melawan Covid-19," tambah Alif yang kini duduk di bangku kelas 3 SMP.

"Lagipula, aku juga sudah rindu ketemu langsung sama teman-teman, jadi semoga saja dengan ikutan vaksin Covid-19 ini, aku dan teman-teman bisa berkumpul lagi," tambahnya.

Siswa SMP Vaksinasi

Keyakinan yang dimiliki Alif tak lepas dari edukasi yang diberikan orangtuanya. Di momen yang sama, mama Alif, Maria Achmid, mengatakan bahwa di rumah dia dan suami ikut mengedukasi anak-anak terkait manfaat vaksinasi Covid-19.

Baca Juga : Rahasia Ahok Sembuh dari Covid-19, Sempat Rasakan Gejala Mirip Panas Dalem

Dan saat tahu ada program vaksinasi yang diberikan pihak sekolah, Maria pun semangat untuk mengajak Alif melakukannya.

"Satu alasan kenapa saya dan suami cukup yakin untuk memvaksin Alif adalah vaksin Covid-19 ini sudah teruji oleh banyak penelitian dan sudah mendapatkan lisensi Badan Kesehatan Dunia (WHO). Jadi, untuk apa takut, apalagi di saat kasus melonjak seperti sekarang, penting sekali untuk memberikan perlindungan ke anak-anak dan itu adalah tugas kita orangtuanya," terang Maria.

Ia melanjutkan, tentu, sebelum vaksinasi dilakukan, penting bagi para orangtua untuk cek anaknya ke dokter anak supaya lebih valid lagi mendapatkan kepastian apakah si anak bisa menerima vaksin atau tidak.

"Ini yang harus dicatat para orangtua. Sebelum divaksin, si anak konsultasikan dulu ke dokternya supaya kita sebagai orangtua lebih tenang dan ketika ada kejadian apa-apa, enggak nyalahin vaksin karena vaksinnya memang baik untuk tubuh," tambahnya.

Siswa SMP Vaksinasi

Maria menjelaskan juga terkait KIPI yang dialami Alif.

"Alif mendapatkan vaksin Rabu, 14 Juli 2021 pagi hari dan sebelumnya aku sudah berikan sarapan karena itu juga disarankan sama pihak sekolah. Setelah disuntikkan nunggu buat diobservasi dan Alhamdulillah enggak ada gejala yang mengkhawatirkan. Setiap jam saya tanya Alif dan jawabannya selalu sama, enggak ada gejala yang parah bahkan demam saja Alif enggak ada," katanya.

"Ya, paling Alif mengeluh pegal di tempat suntikan. Pegal, ya, bukan nyeri, karena Alif pun enggak ngeluh nyeri di tempat suntikkan. Jadi, Alhamdulillah banget vaksin Covid-19 yang diterima Alif enggak memberikan reaksi berbahaya di anak saya," tambahnya lantas tersenyum.

Maria pun mengingatkan kepada para orangtua, termasuk ke Alif sendiri, bahwa meskipun sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19, tidak berarti boleh bebas keliaran tanpa prokes.

"Saya juga selalu ingatkan ke anak-anak, meskipun sudah divaksin, 5M itu tetap penting karena itu senjata utama kita melawan Covid-19," ujarnya.

Siswa SMP Vaksinasi

Secara terpisah, MNC Portal juga mewawancarai Kepala SMP Pembangunan Jaya, Sugimin, untuk mengonfirmasi terkait dengan program vaksinasi di sekolahnya.

"Benar, sekolah kami memang menyelenggarakan vaksinasi untuk usia 12-17 tahun yang diikuti oleh 514 siswa SMP dan SMA dengan mendesiminasikan 250 dosis vaksin ke warga sekitar Bintaro. Ini merupakan vaksinasi usia 12-17 tahun perdana di Tangerang Selatan," terang Sugimin melalui sambungan telepon.

Ia melanjutkan, program vaksinasi ini diberikan secara gratis oleh pihak sekolah ke semua murid SMP dan SMA. "Lalu, program ini pun melibatkan peran serta dari tenaga kesehatan RSPI Bintaro dan Puskesmas Parigi yang didukung oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan," tambahnya.

"Kami pun bangga bahwasannya orangtua murid dan siswa itu sendiri sangat antusias mengikuti program vaksinasi Covid-19 ini. Itu artinya, peran anak-anak sebagai generasi penerus bangsa untuk melawan Covid-19 ternyata cukup besar," sambung Sugimin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini