Cerita Bangganya Alif Siswa SMP Divaksin Covid-19: Aku Percaya Bukan untuk Mencelakai

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 15 Juli 2021 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 612 2440973 cerita-bangganya-alif-siswa-smp-divaksin-covid-19-aku-percaya-bukan-untuk-mencelakai-yDd8rHZ0kr.jpg Alif saat disuntik vaksin Covid-19 (Foto: Dokumen Pribadi)

Ia melanjutkan, tentu, sebelum vaksinasi dilakukan, penting bagi para orangtua untuk cek anaknya ke dokter anak supaya lebih valid lagi mendapatkan kepastian apakah si anak bisa menerima vaksin atau tidak.

"Ini yang harus dicatat para orangtua. Sebelum divaksin, si anak konsultasikan dulu ke dokternya supaya kita sebagai orangtua lebih tenang dan ketika ada kejadian apa-apa, enggak nyalahin vaksin karena vaksinnya memang baik untuk tubuh," tambahnya.

Siswa SMP Vaksinasi

Maria menjelaskan juga terkait KIPI yang dialami Alif.

"Alif mendapatkan vaksin Rabu, 14 Juli 2021 pagi hari dan sebelumnya aku sudah berikan sarapan karena itu juga disarankan sama pihak sekolah. Setelah disuntikkan nunggu buat diobservasi dan Alhamdulillah enggak ada gejala yang mengkhawatirkan. Setiap jam saya tanya Alif dan jawabannya selalu sama, enggak ada gejala yang parah bahkan demam saja Alif enggak ada," katanya.

"Ya, paling Alif mengeluh pegal di tempat suntikan. Pegal, ya, bukan nyeri, karena Alif pun enggak ngeluh nyeri di tempat suntikkan. Jadi, Alhamdulillah banget vaksin Covid-19 yang diterima Alif enggak memberikan reaksi berbahaya di anak saya," tambahnya lantas tersenyum.

Maria pun mengingatkan kepada para orangtua, termasuk ke Alif sendiri, bahwa meskipun sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19, tidak berarti boleh bebas keliaran tanpa prokes.

"Saya juga selalu ingatkan ke anak-anak, meskipun sudah divaksin, 5M itu tetap penting karena itu senjata utama kita melawan Covid-19," ujarnya.

Siswa SMP Vaksinasi

Secara terpisah, MNC Portal juga mewawancarai Kepala SMP Pembangunan Jaya, Sugimin, untuk mengonfirmasi terkait dengan program vaksinasi di sekolahnya.

"Benar, sekolah kami memang menyelenggarakan vaksinasi untuk usia 12-17 tahun yang diikuti oleh 514 siswa SMP dan SMA dengan mendesiminasikan 250 dosis vaksin ke warga sekitar Bintaro. Ini merupakan vaksinasi usia 12-17 tahun perdana di Tangerang Selatan," terang Sugimin melalui sambungan telepon.

Ia melanjutkan, program vaksinasi ini diberikan secara gratis oleh pihak sekolah ke semua murid SMP dan SMA. "Lalu, program ini pun melibatkan peran serta dari tenaga kesehatan RSPI Bintaro dan Puskesmas Parigi yang didukung oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan," tambahnya.

"Kami pun bangga bahwasannya orangtua murid dan siswa itu sendiri sangat antusias mengikuti program vaksinasi Covid-19 ini. Itu artinya, peran anak-anak sebagai generasi penerus bangsa untuk melawan Covid-19 ternyata cukup besar," sambung Sugimin.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini