Cara Menjaga Kesehatan Mental ala Psikolog Klinis Selama Pandemi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 15 Juli 2021 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 612 2441108 cara-menjaga-kesehatan-mental-ala-psikolog-klinis-selama-pandemi-mXLjb9by6o.jpg Menjaga kesehatan mental (Foto: Freepik)

JUMLAH kasus positif Covid-19 terus melonjak naik. Hampir setiap hari ada warga yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Kenaikan angka kasus Covid-19 dan banyak orang meninggal, serta ekonomi terpuruk membuat masyarakat cemas dan takut.

 cemas akibat pandemi

Belum lagi informasi yang beredar di media sosial, memperlihatkan foto atau video pasien Covid-19 kesulitan mencari rumah sakit ataupun tabung oksigen. Suara sirine ambulans terdengar terus meraung-raung sepanjang hari membuat kita merasa cemas dan sedih.

Psikolog Klinis Meity Arianty mengatakan, salah satu cara untuk mengatasi cemas adalah menerapkan pembatasan sosial media. Menurutnya itu cara paling bijak dan mudah dilakukan di saat seperti sekarang untuk menjaga kesehatan mental.

"Aku enggak mau lihat, enggak pernah mau lihat. Kalau ada informasi mengenai lonjakan kasus, video penguburan jenazah, kolapsnya rumah sakit, aku enggak mau lihat langsung. Itu mengotori pikiranku," cerita Mei belum lama ini.

Saat pikiran sudah kotor, sambung Mei, maka akan mudah muncul kecemasan dan ketakutan dan kondisi negatif itu bakal mengontrol tubuh kita. Kalau sudah begitu, akan sulit untuk menyeimbangkan pikiran dan tubuh.

"Karena itu, aku saat ini sangat memfilter apa yang aku lihat, aku dengar, aku baca. Aku mengontrol mata, telinga, dan pikiranku," tambahnya.

Mei mengungkapkan bahwa banyak kliennya saat ini remaja yang mengeluhkan cemas berlebih dan salah satu penyebabnya adalah kabar kematian yang terus berdatangan setiap hari di media sosial ataupun di aplikasi chat.

"Kabar kematian membuat remaja banyak yang tremor karena cemas dan membuat ibu-ibu psikosomatis karena ketakutan," paparnya.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk mewaraskan mental di saat seperti sekarang selain memfilter informasi?

Mei menyarankan untuk melakukan olah napas dan fokus ke hidup kita yang jelas terlihat. "Kembalikan ke kesadaran saat ini," ungkapnya.

Salah satu teknik yang disarankan Mei untuk mengolah napas adalah dengan melakukan Buteyko. Ini adalah teknik pernapasan yang banyak dilakukan sebagai terapi untuk mengoptimalkan oksigen bagi orang yang mengalami masalah dengan kesehatan, termasuk kecemasan, ketakutan, dan panic attack.

Perlu diketahui terlebih dulu bahwa bernapas dengan benar itu menghirup udara lewat hidung dan menghembuskannya pun lewat hidung. Tapi, kata Mei, banyak dari kita tanpa sadar 'inhale' ataupun 'exhale' lewat mulut dan ini yang perlu diperbaiki.

"Saat Anda cemas, napas biasanya akan lebih cepat dan ini memengaruhi detak jantung. Itu kenapa banyak saran diberikan ketika cemas yang diatur pertama kali adalah napas dan posisi tubuh," kata Mei.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini