Kecemasan dan Ketakutan di Masyarakat Bisa Sebabkan Defisit Kepercayaan

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 15 Juli 2021 19:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 612 2441253 kecemasan-dan-ketakutan-di-masyarakat-bisa-sebabkan-defisit-kepercayaan-AeYm4RRXSM.jpg Ilustrasi. (Foto: Healthista)

MASYARAKAT akan merasa cemas dan khawatir karena pandemi belum berlalu. Apalagi saat ini kasus lonjakan Covid-19 terus bertambah.

Tokoh Kemanusiaan Sudirman Said mengatakan, tindakan kemanusiaan merupakan solusi ampuh dalam menyelesaikan pandemi Covid-19 saat ini.

"Sebenarnya masyarakat mau berkorban bersama-sama saling sharing the pain, yang diperlukan saat ini adalah keterbukaan dan kesediaan pemerintah untuk menjelaskan keadaan sebenarnya," kata Sudirman saat diskusi daring tentang ajakan Solidaritas Kemanusiaan.

cemas

Lebih lanjut, Sekjen Palang Merah Indonesia ini mengungkapkan ada kecendrungan ketaatan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah menurun. Bukan karena tidak mau taat, tetapi karena cemas, karena ketakutan dan karena tekanan kebutuhan hidup.

"Yang kita takutkan ketika keadaan begitu buruk, pemerintah menghadapi defisit kepercayaan. Sehingga tindakan-tindakan yang sifatnya terobosan tidak lagi diterima sebagai tindakan yang efektif," ujarnya.

Pada kesempatan sama, Akademisi dari Hilversum Belanda Eddy Wiria menggambarkan kondisi pandemi di Belanda. Memang tak jauh berbeda dengan di Indonesia, namun untuk penanganannya ada perbedaan.

Menurutnya, solidaritas masyarakat untuk mengatasi pandemi agar segera berlalu di Belanda cukup kuat. Masyarakat bekerja sama dengan pemerintah dan juga instansi lain.

"Apa yang di lakukan di Belanda, adalah adanya kerja sama dan solidaritas dari pemerintah, instansi dan masyarakat. Kita perlu bekerja sama demi kepentingan bersama," ujarnya. 

Eddy menambahkan, di Belanda saat ini kapasitas tes dipesatkan. Saat ada orang mengalami gejala batuk pilek langsung tes.

"Di seluruh Belanda melakukan ini. Vaksin juga dipercepat dan gratis," tambah Eddy.

Eddy juga mengatakan bahwa aturan protokol kesehatan juga sangat ketat. Mayarakat harus rajin cuci tangan dan social distancing

"Standar protokol kesehatan selalu diikuti dan semua mengikuti dengan hati-hati sesuai dengan protokol pemerintah," jelasnya.

Data tentang penurunan kasus Covid-19 karena percepatan vaksinasi dan taat prokes ini juga ditunjukkan ke masyarakat. Hal inilah yang membuat masyarakat semakin antusias dalam menurunkan kasus pandemi Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini