Usai Dapat Vaksin Covid-19, Anak-Anak Tak Boleh Langsung Diberi Vaksin Lain

Antara, Jurnalis · Kamis 15 Juli 2021 18:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 612 2441267 usai-dapat-vaksin-covid-19-anak-anak-tak-boleh-langsung-diberi-vaksin-lain-VUGzSemWh4.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PEMBERIAN vaksin Covid-19 antara satu dengan yang kedua memang perlu diberikan jeda minimal 28 hari. Bahkan, untuk vaksin AstraZeneca membutuhkan jarak 12 minggu antara vaksin pertama dengan kedua.

Dokter spesialis anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ellen Wijaya mengatakan, tidak hanya vaksin Covid-19 tapi dengan vaksin yang lainnya juga perlu diberikan jeda sebulan.

Hal itu juga berdasarkan sejumlah rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terkait anak usia 12-17 tahun yang akan mendapatkan vaksin Covid-19.

"Kita baru diberikan vaksin Covid-19. Tubuh sedang memberikan respon dengan membentuk antibodi supaya bisa memberikan kekebalan terhadap SARS-CoV-2," ujar dokter Ellen Wijaya dalam webinar kesehatan.

"Saat itu, kalau tubuh diberikan imunisasi lainnya, nanti kekebalan yang diusahakan untuk SARS-CoV-2 tidak menjadi optimal," tambah dia.

Tubuh perlu dibiarkan membentuk antibodi secara optimal setelah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19, dengan jarak minimal satu bulan dengan pemberian imunisasi lainnya.

Sebenarnya, menurut Ellen yang berpraktik di RS Pondok Indah - Puri Indah itu, ketentuan serupa juga berlaku untuk vaksin lain semisal Hepatitis B dan HPV.

Lebih lanjut, IDAI juga merekomendasikan anak yang akan divaksin Covid-19 tidak mengalami imunodefisiensi, kanker darah yang menjalani kemoterapi, mendapatkan steroid dosis tinggi, sembuh dari Covid-19 kurang dari 3 bulan, memiliki penyakit Sindrom Gullian Barre, mielitis transversa dan acute demyelinating encephalomyelitis.

Kemudian, terkait persiapan sebelum anak divaksin sebaiknya orang tua memastikan kondisi mereka sehat, tidak demam (di atas 37,5 derajat Celcius), beristirahat cukup, tidak memiliki komorbid tertentu.

"Orang tua bisa mengkomunikasikan pada anak misalnya manfaat divaksin, lokasi suntikan, kondisi yang bisa terjadi usai divaksin semisal nyeri di area bekas suntikan dan sebagainya, tidur cukup, anak dalam kondisi sehat," kata Ellen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini