Isolasi Mandiri, Jangan Konsumsi Obat dan Vitamin Bermodal Lihat di Medsos

Antara, Jurnalis · Kamis 15 Juli 2021 22:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 612 2441304 isolasi-mandiri-jangan-konsumsi-obat-dan-vitamin-bermodal-lihat-di-medsos-BkblR9JpRf.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

MENJALANI isolasi mandiri bukan berarti Anda benar-benar ditinggalkan tanpa pengawasan dokter. Anda juga butuh berkonsultasi dengan dokter terkait kondisi tubuh, meskipun Anda mengklaim bahwa kondisi yang dialami sehat-sehat saja.

Oleh karena itu, pemerintah pun menyediakan layanan telemedicine untuk mempermudah pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. wajib berkonsultasi kepada dokter atau tenaga medis, baik yang memiliki gejala atau tidak, agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat oleh tenaga medis.

Karena itu, pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri khususnya yang bergejala tidak langsung mengonsumsi obat ataupun vitamin yang daftarnya tersebar di media sosial, jika tanpa konsultasi dengan dokter.

“Untuk pasien yang melakukan isolasi mandiri memang sebaiknya ada yang memantau dari puskesmas setempat setidaknya, sehingga bisa dilihat perkembangannya apakah ada perbaikan, atau justru mengalami penurunan," kata dokter Muhammad Yusuf Ginanjar dari RSUD R. Syamsudin Sukabumi.

"Sehingga apabila terjadi penurunan bisa langsung berkonsultasi apakah sebaiknya dibawa ke rumah sakit atau tidak,” tambah dia.

Konsultasi diperlukan untuk menyesuaikan kebutuhan obat- obatan yang dikonsumsi oleh pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Selain pasien bergejala, pasien yang memiliki komorbid dan masuk ke dalam kelompok rentan seperti ibu hamil, orang lanjut usia, dan anak- anak juga diwajibkan untuk melakukan konsultasi agar mendapatkan penanganan isolasi mandiri dan obat- obatan yang disesuaikan dengan tubuh atau penyakit bawaannya.

“Kondisi pasien terkonfirmasi Covid-19 yang disertai penyakit komorbid, dan kondisi rentan seperti hamil atau lansia itu lebih sangat disarankan untuk konsultasi terlebih dulu sebelum isolasi mandiri. Karena berkaitan dengan kondisi penyakit- penyakit yang diderita sebelumnya, apakah akan memungkinkan untuk isoman atau tidak,” kata dokter Yusuf.

Adapun gejala umum yang dialami oleh pasien Covid-19 di antaranya sakit kepala, sakit tenggorok, pilek, demam, batuk yang umumnya batuk kering, kelelahan, anoreksia, kehilangan indra penciuman (anosmia), kehilangan indra pengecapan (ageusia), nyeri tulang, mual, muntah, diare, radang mata, kemerahan pada kulit, hingga frekuensi nafas 12-20 kali permenitnya.

Gejala lainnya yang mungkin timbul adalah sesak nafas dan nyeri dada yang sudah masuk ke kategori gejala sedang hingga berat. Di tengah era digitalisasi ini, pasien Covid-19 yang ingin isolasi mandiri pun bisa berkonsultasi via layanan telemedisin.

Kementerian Kesehatan mengumumkan ada 11 layanan telemedisin yang bisa diakses oleh masyarakat berkonsultasi sebelum menjalani isolasi mandiri sebagai penanganan jika terbukti positif terpapar virus SARS-CoV-2 di antaranya KlikDokter, AloDokter, GoodDoctor, Halodoc, Klinikgo, SehatQ, YesDok, ProSehat, LinkSehat, MILVIK, dan Getwell.

Adapun obat yang sebelumnya diumumkan dibagikan lewat 11 layanan telemedisin untuk pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri yaitu Vitamin C, D, E dan Zinc untuk pasien tidak bergejala.

Sementara untuk pasien bergejala ringan akan mendapatkan paket vitamin bersama dengan obat antibiotik, obat antivirus, atau pun penurun panas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini