Antibodi Alami vs Vaksin Covid-19, Mana Lebih Awet di Tubuh?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 16 Juli 2021 10:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 481 2441500 antibodi-alami-vs-vaksin-covid-19-mana-lebih-awet-di-tubuh-7CyE2NrjJr.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: Reuters)

INFEKSI Covid-19 yang dialami seseorang akan menghasilkan antibodi dalam tubuhnya. Antibodi yang terbentuk secara alami ini yang nantinya akan menjaga tubuh dari paparan lanjutan Covid-19 pasca-sembuh.

Hal serupa yang coba dilakukan oleh vaksinasi. Bedanya, kalau dengan vaksin, virus yang dimasukkan itu virus yang dilemahkan dengan harapan tubuh dapat mengenali virus dan tetap terbentuk antibodi di dalam tubuh.

 Vaksin Covid-19

Namun, menjadi pertanyaan sekarang, mana jenis antibodi yang lebih awet atau bertahan lama di tubuh manusia, yang berasal dari infeksi langsung atau vaksin Covid-19?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Evasari Hospital, dr Yoga Fitria Kusuma, SpPD, coba menjawab hal tersebut dan menurutnya, sampai saat ini belum ada yang bisa memastikan.

"Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut, karena sampai saat ini belum ada hasil riset yang cukup kuat untuk menjawab pertanyaan itu," terang dr Yoga, dalam keterangan resminya, Jumat, (16/7/2021).

Ia menekankan bahwa sampai saat ini belum ada penelitian yang bisa memastikan berapa lama antibodi bertahan di dalam tubuh, baik itu antibodi yang terbentuk secara alami karena infeksi langsung atau yang berasal dari vaksinasi.

"Dari sejumlah kasus reinfeksi Covid-19 juga belum bisa ditarik kesimpulan karena jarak antara infeksi pertama dengan infeksi kedua bervariasi," terangnya.

Data tersebut cukup penting untuk membaca berapa lama antibodi bisa bertahan di dalam tubuh. Sebab, ketika tubuh kembali terinfeksi Covid-19 pasca sembuh, itu artinya, antibodi yang sudah ada di dalam tubuh lemah atau bahkan 'habis'.

"Dari data yang ada, sejauh ini reinfeksi ada yang terjadi dua bulan pasca-negatif, ada juga yang terjadi setelah setahun sembuh dari Covid-19," ujarnya.

"Penelitian masih berlangsung hingga sekarang untuk memahami informasi ini lebih lanjut," tambah dr Yoga.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini