Susu Beruang untuk Obati Covid-19? Ini Pendapat Dokter Gizi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 16 Juli 2021 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 481 2441627 susu-beruang-untuk-obati-covid-19-ini-pendapat-pakar-gizi-ybQjamM2xu.jpg Susu (Foto: Biomin)

DI tengah pandemi Covid-19 banyak sekali makanan maupun minuman yang diklaim efektif untuk menyembuhkan Covid-19. Beberapa minuman yang sempat viral untuk mengobati Covid-19 adalah susu beruang dan air kelapa hijau.

Alhasil kedua minuman ini menjadi banyak diburu di pasaran, bahkan dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan menjualnya di atas harga pasaran.

 susu beruang

Terkait dengan klaim tersebut Dokter Spesialis Gizi Klinis, dr. Yohan Samudra, SpGK, AIFO-K menjelaskan, sejatinya tidak ada satu pun produk yang super di dunia ini. T

erkait dengan susu beruang, ia mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dengan melihat lagi kandungan yang ada dalam suatu produk. Sebab sejumlah produk dalam kemasan mencantumkan informasi kandungan pada wadahnya.

“Paling mudah lihat kandungan dari kemasannya dan bisa memilih produk yang lebih sehat kandungannya. Banyak produk juga yang diklaim bisa menyembuhkan Covid-19, nah ini kita perlu dilihat data-datanya apakah produk tersebut bisa menyembuhkan banyak penyakit, dan dicek juga apakah ada izin dari BPOM nya,” kata dr. Yohan belum lama ini.

Dalam kasus air kelapa hijau yang juga diklaim bisa menyembuhkan Covid-19, dr. Yohan mengatakan, bahwa air kelapa adalah pilihan yang sehat karena memiliki kalori yang rendah jika tidak ditambahkan apapun.

Dalam air kelapa terdapat mineral, kalium, magnesium yang menyehatkan tubuh. Tapi perlu diperhatikan, bahwa pasien Covid-19 memiliki banyak faktor kesehatan yang harus dipertimbangkan.

“Misal pasien Covid-19 yang memiliki komorbid, nah kalau minum air kelapa ini bisa memengaruhi kondisi penyembuhan pasien tersebut. Kesembuhan tergantung dari banyak faktor. Jadi tidak bisa seseorang mengonsumsi banyak vitamin atau menggunakan produk yang diklaim bisa menyembuhkan Covid-19. Jadi harus dicari produk yang ada data-datanya yang sudah diuji klinis dan mendapatkan izin edar dari BPOM,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini