Cegah Pneumonia pada Anak, Beri ASI Eksklusif hingga Makanan Bergizi

Antara, Jurnalis · Jum'at 16 Juli 2021 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 481 2441694 cegah-pneumonia-pada-anak-beri-asi-eksklusif-hingga-makanan-bergizi-sTbfxVMWgl.jpg Ilustrasi cegah pneumonia pada anak. (Foto: Onlyyouqj/Freepik)

SEJUMLAH cara bisa dilakukan untuk mencegah pneumonia pada anak. Di antaranya adalah memberikan ASI eksklusif, makanan bergizi seimbang, menghindari polusi udara, menerapkan etika batuk yang benar (termasuk di dalam rumah), serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Strategi pemerintah mulai pemeriksaan selama kehamilan, pemberian ASI eksklusif dan makanan bergizi, mendorong melakukan PHBS, mengurangi polusi udara di dalam rumah, edukasi etika batuk, deteksi dini, dan imunisasi. Semua ini dilakukan melalui pendekatan keluarga," ungkap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam webinar "Ayo Imunisasi, Stop Pneumonia", Kamis 15 Juli 2021, seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: Ini Cara Kenali Pneumonia pada Anak Melalui Teknik Hitung Napas 

Di sisi lain, imunisasi juga perlu diberikan untuk melindungi anak, termasuk vaksin PCV. Hal itu berdasarkan fakta terjadinya pneumonia akibat infeksi salah satunya oleh bakteri Pneumokokus yang mengenai jaringan di saluran pernapasan bawah yaitu paru-paru.

Ilustrasi ASI eksklusif. (Foto: Shutterstock)

Di Indonesia terdapat 49,5 persen kasus yang disebabkan bakteri Pneumokokus. Ini sebenarnya bisa dicegah infeksinya melalui pemberian vaksin PCV.

Baca juga: Mengenal Pneumonia, Penyakit yang Diderita Jane Shalimar Sebelum Wafat karena Covid-19 

Dari sisi angka kasus, rata-rata terjadinya 1,26 juta kasus pneumonia setiap tahun di antara balita dan mereka ini dirawat jalan di rumah sakit dalam 6 tahun terakhir. Kondisi ini membutuhkan biaya perawatan sebesar Rp379,3 miliar.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2019 merekomendasikan vaksinasi PCV dimasukkan ke Program Imunisasi Nasional.

Mengenai usulan tersebut, Siti Nadia mengatakan saat ini vaksin PCV sudah masuk rencana pelaksanaan imunisasi rutin yang dimulai di Lombok Barat dan Timur pada 2017. Cakupan imunisasi PCV juga diperluas setahun kemudian ke NTB dan Bangka Belitung.

Baca juga: Sebelum Meninggal, Jane Shalimar Alami Pneumonia hingga Saturasi Oksigen Menurun 

"Tahun 2019 dievaluasi agar bukan hanya di beberapa kabupaten saja, diperluas di seluruh provinsi, sehingga kita melakukan (imunisasi) seluruh coverage-nya di NTB dan provinsi Bangka Belitung," tuturnya.

Tahun 2021 ini, lanjut dia, pelaksanan imunisasi PCV kembali dilakukan menyasar anak-anak di Jawa Timur dan Jawa Barat yang termasuk wilayah dengan prevalensi pneumonia cukup tinggi.

Ilustrasi makanan bergizi seimbang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini