Menkes Budi Kejar Ketersediaan 3 Obat Impor untuk Pasien Covid-19, Apa Saja?

Siska Permata Sari, Jurnalis · Jum'at 16 Juli 2021 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 481 2441761 menkes-budi-kejar-ketersediaan-3-obat-impor-untuk-pasien-covid-19-apa-saja-v7gjbLpF4P.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

MENTERI Kesehatan RI - Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, bahwa saat ini tengah mengupayakan ketersediaan beberapa obat-obatan untuk terapi pasien Covid-19. Hal tersebut berkaitan dengan global supply yang sangat ketat, mengingat beberapa obat-obatan tersebut diimpor dari luar negeri.

“Kami menyadari, ada obat-obatan impor yang memang secara global supply-nya juga sangat ketat,” kata Menkes Budi dikutip dari konferensi pers virtual yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (16/7/2021).

Remdesivir

Remdesivir

Obat yang pertama adalah Remdesivir yang diimpor dari India, Pakistan, dan China. Terkait hal itu, dia menyebut Menteri Luar Negeri telah bernegosiasi agar India bisa kembali membuka keran ekspornya.

“Mulai masuk 50.000 vial minggu ini, dan bertahap 50.000 vial setiap minggu. Kami juga sudah membuka akses ke China supaya obat yang mirip dengan Remdesivir bisa kita bawa masuk,” ujarnya.

Baca Juga : Menkes Budi Akui Kebutuhan Oksigen Melonjak Hampir 2.000 Ton per Hari

Actemra

Selain Remdesivir, pemerintah juga tengah berupaya mendatangkan obat Actemra produksi Roche dari Swiss. Namun sayangnya, ada global supply yang ketat, sehingga alternatifnya yakni mencari obat yang mirip dengan Actemra.

“Kita mencari beberapa alternatif obat yang mirip dari Amerika Serikat. Kebetulan pada saat gelombang pertama dan dua, mereka memiliki stok obat yang cukup banyak. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, kita bisa membawa obat alternatif yang mirip dengan Actemra,” paparnya.

Baca Juga : Bra Wulan Guritno Menerawang dari Balik Busana Transparan, Gayanya Makin Hot!

Gammaraas

Kemudian yang terakhir adalah Gammaraas yang diproduksi di China. “Kita membutuhkan cukup banyak dan kita sudah bisa mendatangkan sekitar 30.000 vial,” kata Menkes Budi.

Di luar itu, dia memastikan bahwa stok obat-obatan untuk pasien Covid-19 yang diproduksi di Tanah Air masih terkontrol. “Kita sudah mengidentifikasi untuk obat-obat yang pabriknya ada di dalam negeri, relatif masih terkontrol supply-nya,” ujarnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini