Peneliti Temukan Tes Genetik Baru Deteksi Glaukoma, 15 Kali Lebih Efektif

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 17 Juli 2021 03:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 481 2441855 peneliti-temukan-tes-genetik-baru-deteksi-glaukoma-15-kali-lebih-efektif-94oPD9QXNd.jpg Ilustrasi tes genetik mendeteksi glaukoma. (Foto: Javi Indy/Freepik)

PARA peneliti menemukan tes genetik terbaru berbasis darah untuk mendeteksi glaukoma. Tes ini terbukti 15 kali lipat lebih efektif dibanding dengan metode yang sudah ada. Metode ini bisa mengidentifikasi orang yang berisiko tinggi mengalami glaukoma sebelum kehilangan indera penglihatnnya.

Para ahli dari Universitas Flinders Australia menunjukkan efektivitas tes tersebut pada total 413.844 orang dengan dan tanpa glaukoma. Sebagaimana diketahui, penyebab global kebutaan akibat glaucoma berasal dari tekanan mata yang menumpuk dan menyebabkan kerusakan pada saraf optic serta serabut saraf di retina.

Baca juga: Alasan Ilmiah Perempuan Rentan Alami Glaukoma 

Menurut NHS, sebanyak 500 ribu orang di Inggris dan Wales telah didiagnosis menderita glaukoma meski tidak mencerminkan prevalensi yang sebenarnya. Namun, setelah kondisi tersebut diidentifikasi pada pasien, ada beberapa perawatan yang dapat membantu memperlambat atau mencegah hilangnya penglihatan yang diakibatkan glaukoma.

"Diagnosis dini glaukoma dapat mengarah pada pengobatan yang menyelamatkan penglihatan. Informasi genetik berpotensi memberi kita keunggulan dalam membuat diagnosis dini dan keputusan pengobatan yang lebih baik," kata penulis makalah penelitian ini Owen Siggs dari Universitas Flinders di Australia Selatan, sebagaimana dilansir laman Dailymail, Sabtu (17/7/2021).

Ilustrasi tes glaukoma.

Ia menambahkan, tes genetik ini bukan merupakan bagian rutin dari diagnosis dan perawatan glaukoma. Namun, tes tersebut memiliki potensi untuk mengubahnya. Owen mengatakan saat ini tim peneliti akan memulai tes genetik tersebut dalam uji klinis. Pada pengujian tersebut, para peneliti melakukan evaluasi benchmark kinerja metode pengujian genetik.

Baca juga: Jangan Diremehkan, Penyakit Glaukoma Ternyata Berisiko Kebutaan Permanen 

Pengujian itu melibatkan 2.507 orang Australia dengan glaukoma, diikuti 411.337 orang dengan dan tanpa glaukoma di Inggris. Mereka menemukan bahwa tes genetik baru ini memiliki kinerja 15 kali lebih baik daripada alternatif yang ada sebelumnya. Selain bekerja pada darah, tim juga mencatat bahwa tes genetik baru ini dapat diterapkan pada sampel air liur.

Dengan studi awal yang telah diselesaikan, para peneliti sekarang mencari cara untuk meluncurkan perusahaan spin-out tahun depan yang akan bekerja sama mengembangkan tes terakreditasi untuk digunakan dalam uji klinis.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini