Hati-Hati, Lansia dan Pasien Komorbid Lebih Berisiko Alami Reinfeksi Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 16 Juli 2021 09:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 612 2441470 hari-hati-lansia-dan-pasien-komorbid-lebih-berisiko-alami-reinfeksi-covid-19-f5awkRXMQd.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENDERITA Covid-19 yang sudah sembuh atau biasa disebut penyintas, memang memiliki antibodi terhadap virus Covid-19. Tapi, mereka juga masih memiliki risiko untuk kembali tertular atau reinfeksi.

Reinfeksi Covid-19 adalah kondisi tubuh kembali diserang oleh Covid-19 yang sebelumnya sudah berhasil dikalahkan. Dengan kata lain, tubuh seseorang kembali terinfeksi Covid-19 untuk kedua kalinya.

"Reinfeksi Covid-19 terjadi ketika seseorang yang sudah sembuh dari infeksi virus corona terinfeksi lagi oleh struktur virus corona yang berbeda dengan infeksi virus sebelumnya," terang Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Evasari Hospital, dr Yoga Fitria Kusuma, SpPD, dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal, Jumat (16/7/2021).

Dokter Yoga menerangkan bahwa yang namanya reinfeksi itu berbeda dengan repositif. Jika reinfeksi itu tubuh kembali diserang virus Covid-19 tapi berbeda strukturnya dengan virus sebelumnya pasca sembuh, kalau repositif, tubuh kembali diserang jenis virus yang sama pasca sembuh.

"Untuk membedakannya ini harus ada pengambilan sampel untuk mengurutkan genome virus. Sampel berasal dari tes pada kasus pertama dan kedua. Peneliti kemudian mengurutkan kedua sampel itu dan membandingkannya. Bila berbeda, berarti pasien mengalami reinfeksi Covid-19," papar dr Yoga.

Terkait dengan kelompok pasien Covid-19 seperti apa yang lebih berisiko alami reinfeksi Covid-19? Mengacu pada penelitian di Public Health England Colindale di Inggris dan Statens Serum Institut di Denmark untuk menjawab pertanyaan tersebut.

"Orang yang pernah terinfeksi Covid-19 mendapat perlindungan hingga 80% dari infeksi kedua atau reinfeksi. Adapun dari penelitian di Denmark, perlindungan terhadap warga lanjut usia (di atas 65 tahun) hanya 47%. Dengan demikian, mengacu pada hasil penelitian tersebut, kalangan lansia masuk ke dalam kelompok lebih berisiko alami reinfeksi Covid-19," terangnya.

Analisis dari riset tersebut, sambung dr Yoga, juga menunjukkan bahwa di antara orang yang positif pada gelombang pertama Covid-19, sebanyak 0,65% positif kembali pada gelombang kedua. "Orang yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) juga lebih mungkin terkena reinfeksi Covid-19," tambahnya.

"Namun pada dasarnya reinfeksi Covid-19 masih jarang terjadi," singkatnya.  

Meski begitu, dr Yoga menyarankan agar tetap menjalankan protokol kesehatan selama pandemi masih berlangsung sekalipun pada mereka yang sudah pernah terpapar Covid-19 atau biasa dikenal dengan sebutan penyintas atau lulusan Covid-19.

"Maka dari itu, orang yang pernah terinfeksi Covid-19 tetap harus menerapkan protokol kesehatan. Sama halnya seperti orang yang sudah mendapat vaksin," katanya.

"Walaupun vaksin memberikan perlindungan terhadap serangan virus, orang yang telah divaksin masih bisa terinfeksi jika terpapar virus corona penyebab Covid-19," saran dr Yoga. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini