Apa Itu Obat Oseltamivir?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 16 Juli 2021 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 612 2441647 apa-itu-obat-oseltamivir-a2HV46jrAS.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK resep obat-obatan beredar di media sosial untuk para penderita Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri. Memang, obat-obatan tersebut memiliki fungsi membantu meringankan gejala pada pasien Covid-19, hanya tak semua orang butuh penanganan yang sama.

Salah satu obat yang sebenarnya tidak diperlukan bagi penderita Covid-19 gejala ringan adalah Oseltamivir. Obat ini tidak disarankan dokter untuk dikonsumsi pasien Covid-19 gejala ringan atau mereka yang menjalani isolasi mandiri (Isoman).  

Dokter Fajri Addai pun mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan Oseltamivir hanya berdasar anjuran dokter.

"Oseltamivir dan Azitromisin tidak lagi diberikan pada pasien Covid-19. Kecuali berdasarkan indikasi tertentu berdasarkan penilaian dokter. Selain itu pemberian obat antibiotik juga harus dengan resep dokter," terang dr. Fajri dalam unggahan akun Instagramnya @dr.fajriaddai.

Dalam panduan tersebut tertulis bahwa potensi penggunaan antibiotik yang berlebih pada era pandemi Covid-19, menjadi ancaman global terhadap meningkatnya kejadian bakteri multiresisten.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menganjurkan pemberian antibiotik pada kasus Covid-19 berat dan tidak dianjurkan pemberian antibiotik rutin pada kasus Covid-19 ringan.

Memang Oseltamivir adalah obat antiviral yang digunakan untuk pengobatan dan pencegahan infeksi influenza tipe A dan B. Obat ini bekerja dengan menghambat neuraminidase yang dibutuhkan oleh virus influenza untuk merilis virus-virus baru di akhir proses replikasi.

Sebetulnya, Oseltamivir itu obat apa? Lalu, apa manfaatnya dan apakah ada efek samping yang perlu diwaspadai?

Menurut laman kesehatan WebMD, Oseltamivir digunakan untuk mengobati gejala yang disebabkan oleh virus flu (influenza). Obat ini dipercaya dapat membantu mengurangi gejala seperti hidung tersumbat, batuk, sakit tenggorokan, demam atau menggigil, pegal-pegal, dan kelelahan.

Dikatakan juga di sana bahwa penggunaan Oseltamivir dapat mempersingkat waktu pemulihan 1 hingga 2 hari. "Obat ini dapat juga dipakai sebagai pencegahan jika terjadi wabah," terang laman tersebut, dikutip MNC Portal, Jumat (16/7/2021).

Bagaimana dengan efek sampingnya?

Oseltamivir diketahui dapat menyebabkan efek seperti mual dan muntah. Jika salah satu atau kedua efek ini bertahan, maka sangat disarankan bagi Anda segera hubungi dokter.

"Ingat, obat ini hanya diberikan dengan resep dokter dan pemberiannya dinilai dapat memberi manfaat yang jauh lebih besar daripada efek sampingnya," ungkap laporan itu.

"Banyak juga orang yang menggunakan obat ini tidak mengalami efek samping yang serius atau bermakna," tambahnya.

Efek samping tak biasa yang bisa timbul dari penggunaan Oseltamivir antara lain kebingungan, agitasi, melukai diri sendiri, reaksi alergi meski jarang sekali terjadi. Reaksi alergi ini seperti ruam, gatal atau bengkak terutama pada wajah, lidah, atau tenggorokan, pusing parah, dan kesulitan bernapas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini