Bunda, Pastikan Anak Gembira saat Belajar Online

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 16 Juli 2021 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 612 2441739 bunda-pastikan-anak-gembira-saat-belajar-online-Io3SGG01tj.jpeg Belajar online (Foto: School education gateway)

SELAMA pandemi Covid-19, apalagi kasus Covid-19 makin melonjak, mau tak mau banyak sekolah yang terpaksa tutup kembali. Sekolah tidak jadi belajar tatap muka, dan memilih metode belajar online.

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto mengajak orangtua, ibu, dan guru untuk memastikan anak-anak bisa belajar online dengan gembira di tengah pandemi.

"Orangtua saat mendampingi anak belajar online sebaiknya memberikan pembelajaran dengan cara berdiskusi dengan anak. Jadi anak tak melulu menatap layar handphone atau laptop di rumah sehingga anak lebih bisa belajar dengan gembira," ujarnya belum lama ini.

 belajar online

Sementara itu, saat anak belajar online juga tak boleh asal-asalan. Salah satu sistem belajar online yang bagus adalah sistem pembelajaran dengan menggunakan metode blended learning.

Kepala Sekolah Murid Merdeka (SMM) Laksmi Mayesti mengatakan, hal yang perlu diingat dari sistem pembelajaran blended learning yaitu bukan berarti para siswa hanya belajar lewat jaringan (daring) atau belajar online saja.

Sistem blended learning, ujar Laksmi, sudah diterapkan pihaknya sejak sebelum pandemi menghantam Indonesia dengan menggabungkan belajar online dan belajar tatap muka langsung.

"Di masa pandemi ini banyak yang menawarkan pembelajaran dengan menggunakan teknologi sebagai media ajar, tetapi tidak banyak yang mengintegrasikan antara teknologi dengan pedagogi atau metode ajar yang baik," kata Laksmi.

Laksmi melanjutkan, setiap pengajar seperti guru harus didorong untuk selalu mengembangkan kreativitasnya agar anak-anak atau peserta didik dapat berinteraksi secara terbuka baik kepada guru maupun teman-temannya.

"Dengan sistem blended learning, orangtua bisa mengetahui perkembangan anaknya dengan terlibat secara langsung tanpa harus merasa terbebani, karena seolah-olah sistem pembelajaran daring cenderung hanya memberatkan orang tua dan anak-anak," ujar Laksmi.

Mella, salah satu orang tua siswa mengakui, metode blended learning dan fleksibilitas yang diterapkan sekolah cukup membantu anaknya dalam mengembangkan passion skill-nya yang lain yaitu coding.

"Blended learning juga membuat anak saya memiliki life skill untuk bertanggung jawab atas jam belajar yang ia pilih. Dan dia juga melakukannya dengan senang dan tidak ada keterpaksaan," tambahnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini