Menolak Dikarantina, 4 WNA Dideportasi dari Indonesia

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 16 Juli 2021 18:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 612 2441831 menolak-dikarantina-4-wna-dideportasi-dari-indonesia-BspAvLed5j.jpg Dideportasi (Foto: Istock)

DI tengah melonjaknya kasus Covd-19, baik WNI maupun WNA yang baru dari luar negeri wajib dikarantina. Hal ini dilakukan guna menghindari penularan Covid-19.

Asintel Kodam Jaya, Kolonel Putra Widyawinaya mengatakan, setiap WNA dan WNI yang baru saja datang dari luar negeri, maka wajib melakukan karantina selama 7-8 hari di hotel yang telah disediakan dan dengan tarif yang sudah disesuaikan.

 Pandemi Covid-19

Hal ini demi mencegah adanya penyebaran lebih luas, varian virus Corona baru. Kemudian Pemerintah sedang melakukan pengetatan wilayah, khususnya dari semja pintu masuk perjalanan luar negeri.

Ia menegaskan, apabila ada WNI dan WNA menolak untuk dikarantina setelah datang dari luar negeri, maka nantinya akan akan dilakukan tindakan tegas. Misalnya dideportasi, hal ini sudah terjadi kepada empat orang WNA.

"Ada sekitar empat orang dan itu dideportasi. Kita kembalikan melalui koordinasi dengan imigrasi, dan pihak negaranya bahwa dia telah melanggar," terangnya dalam Talkshow Blak-blakan Karantina Pelaku Perjalanan Luar Negeri, melalui virtual Jumat (16/7/2021).

Aturan karantina selama 8 hari ini diwajibkan bagi setiap orang yang baru saja datang dari luar negeri. Dan wajib melakukan tes PCR, ketika kedatangan, serta di hari terakhir karantina.

Kemudian khusus untuk WNI, bisa juga melakukan karantina gratis. Yakni lokasi karantina ini di Wisma Pademangan.

Sementara itu, kata Putra, untuk WNI sendiri sejauh ini belum ada penolakan untuk dikarantina. Jika pun ada, maka akan ditegur secara tegas supaya mereka bisa karantina di hotel selama 8 hari.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini