Vaksin Anak-Anak, Belum Ditemukan Kasus Berbahaya Pasca-Vaksinasi

Antara, Jurnalis · Jum'at 16 Juli 2021 19:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 612 2441860 vaksin-anak-anak-belum-ditemukan-kasus-berbahaya-pasca-vaksinasi-clO2tLsSTX.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

GUNA menekan angka positif Covid-19 yang terus bertambah banyak setiap harinya, pemerintah pun menginisiasi vaksin untuk anak. Vaksin untuk anak ini, akan diberikan pada mereka yang berusia 12 tahun ke atas.

Adapun vaksin yang digunakan, yakni produksi perusahaan China, Sinovac. China sendiri, telah mengajukan vaksin tersebut untuk anak-anak yang berusia di atas 3 tahun.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DKI Jakarta Prof. DR. dr. Rini Sekartini, SpA (K) mengatakan sejauh ini kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) untuk vaksinasi Covid-19 pada anak tidak banyak ditemukan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, vaksin Covid-19 aman untuk anak.

“Yang banyak ditemukan adalah nyeri di tempat suntikan dan tidak ada efek demam,” kata dokter spesialis anak.

Lebih lanjut dia mengatakan, imunisasi Covid-19 pada anak memiliki fungsi yang sama dengan imunisasi dengan vaksin lain, yaitu untuk merangsang pembentukan antibodi di dalam tubuh anak. “Diharapkan dapat melindungi anak dari gejala yang berat dan memberikan kontribusi terhadap kejadian herd immunity,” kata Rini.

Pada tanggal 1 Juli 2021, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Surat Edaran tentang vaksinasi tahap tiga bagi masyarakat rentan, masyarakat umum lainnya, dan anak usia 12-17 tahun.

Menurut rilis resmi yang dikeluarkan Kemenkes, vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan atau di sekolah/madrasah/pesantren berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kanwil/Kantor Kemenag setempat untuk mempermudah pendataan dan monitoring pelaksanaan.

“Vaksinasi untuk anak dapat dilakukan di beberapa puskesmas. Di Jakarta dapat mendaftar di aplikasi JAKI,” ujar Rini.

Mekanisme vaksinasi pada anak tak jauh berbeda dengan vaksinasi pada usia di atas 18 tahun, mulai dari skrining, pelaksanaan, dan observasi. Peserta vaksinasi harus membawa kartu keluarga atau dokumen lain yang mencantumkan NIK anak.

Vaksin yang digunakan untuk anak usia 12-17 pada periode ini adalah vaksin Sinovac dengan dosis 0,5 ml sebanyak dua kali pemberian dengan jarak atau interval minimal 28 hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini