Cek Fakta: Benarkah Pasien Covid-19 Meninggal karena Interaksi Obat?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 17 Juli 2021 08:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 17 481 2442036 cek-fakta-benarkah-pasien-covid-19-meninggal-karena-interaksi-obat-Ls34yIq88n.jpg Ilustrasi pasien covid-19. (Foto: Shutterstock)

BELUM lama ini beredar kabar yang menyatakan pasien covid-19 yang meninggal dunia disebabkan adanya interaksi obat. Hal tersebut sempat diungkapkan oleh seorang dokter yang mengaku tidak percaya dengan adanya covid-19.

Lantas, apakah benar seluruh pasien covid-19 meninggal karena adanya interaksi obat?

Baca juga: Pasien Isoman, Ini Vitamin yang Anda Butuhkan 

Menjawab hal tersebut, influencer kesehatan sekaligus dokter relawan covid-19 Muhammad Fajri Adda'I menjelaskan melalui unggahan video di akun media sosial Instagram-nya @dr.fajriaddai, Jumat 16 Juli 2021, bahwa pernyataan tersebut salah.

Alasannya, tidak ditemukan interaksi obat yang berbahaya sampai mengancam nyawa akibat kombinasi obat atau suplemen yang biasa diberikan kepada pasien covid-19.

Ilustrasi obat terapi covid-19. (Foto: Shutterstock)

"Variasi kondisi klinis pasien sangat beragam, sehingga penilaian sebab kematian harus dibuktikan/diinvestigasi lebih lanjut, karena covid-19 memang penyakit yang progresif dapat menyebabkan kematian pada sebagian orang," terang dr Fajri lewat unggahannya.

Dalam kesempatan tersebut, dr Fajri pun memberikan sejumlah alasan berdasarkan fakta-fakta lapangan dan bukti ilmiah yang disertakan.

Baca juga: PPKM Darurat, Omzet Warung Bakso di Sukabumi Ini Malah Naik 

1. Tidak semua pasien covid-19 yang meninggal dunia telah mendapatkan obat. Karena beberapa pasien ada juga yang sudah meninggal sebelum sempat dibawa berobat ke dokter.

2. Kalaupun pasien covid-19 mendapat obat, tergantung tingkat keparahan penyakitnya. Jika tidak bergejala, hanya mendapatkan suplemen vitamin. Jika bergejala ringan, ditambah obat-obat sesuai gejala yang dikeluhkan. Memasuki tingkat keparahan sedang hingga berat, ada obat-obatan khusus yang diberikan di rumah sakit.

3. Hasil penelusuran secara ilmiah terhadap dampak interaksi obat yang menjadi penyebab kematian pada pasien covid-19 di situs drugs.com (situs terpercaya di bawah badan resmi pengawasan obat Amerika/FDA) adalah tidak benar.

Tidak ditemukan adanya interaksi obat yang berbahaya, apalagi menimbulkan kematian akibat kombinasi berbagai obat dan/atau suplemen yang biasa digunakan dalam tata laksana covid-19, baik untuk pasien yang tidak bergejala hingga berat.

Baca juga: IDAI: Tidak Banyak Ditemukan KIPI Vaksinasi Covid-19 pada Anak 

4. Pada pasien tertentu yang mendapatkan tambahan obat lain (misalnya pasien dengan penyakit penyerta atau usia tua) interaksi obat mungkin saja terjadi dan dampaknya tergantung dari kondisi masing-masing individu serta penyakit yang menyertai/mendasari. Oleh karena itu, dokter akan menyesuaikan obat sekaligus dosisnya.

Dalam hal ini, jika ada pasien covid-19 berat yang mendapatkan banyak obat kemudian meninggal, harus dibuktikan dulu apa penyebab meninggalnya secara kasus per kasus karena kemungkinan besar meninggalnya disebabkan perburukan kondisi penyakit yang mendasari akibat progresivitas infeksi covid-19, bukan disebabkan interaksi obat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini