Kabar Baik, Vaksin Jenis mRNA Efektif Melindungi Pasien Sirosis dari Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 17 Juli 2021 12:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 17 481 2442096 kabar-baik-vaksin-jenis-mrna-efektif-melindungi-pasein-sirosis-dari-covid-19-xLUnEdU7rq.jpg Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Mdjaff/Freepik)

KABAR baik datang terkait pencegahan covid-19. Efektivitas vaksin covid-19 yang dibuat dengan platform mRNA, seperti Vaksin Pfizer dan Moderna, dilaporkan efektif untuk pasien sirosis atau gangguan organ hati. Ini didapati melalui studi terbaru.

Dalam studi yang digelar terhadap veteran tentara Amerika Serikat yang mengalami sakit sirosis atau kerusakan pada hati (lever) disebutkan bahwa vaksin covid-19 jenis mRNA memperlihatkan level proteksi yang tinggi terhadap tingkat kesakitan hingga rawat inap dan juga kematian akibat infeksi covid-19. Demikian seperti dikutip dari laman Fox News, Sabtu (17/7/2021).

Baca juga: Kenali Gejala dan Penyebab Sirosis Hati 

Dari keterangan otoritas kesehatan federal, penelitian ini digelar dengan melibatkan dua kelompok peserta terkait potensi penggunaan suntikan booster. Termasuk orang berusia 75 tahun ke atas dan orang-orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah, atau pasien dengan gangguan kekebalan.

Ilustrasi pasien sirosis hati.

Penulis penelitian mencatat pasien dengan sakit sirosis memiliki disregulasi kekebalan yang berhubungan dengan hyporesponsiveness vaksin.

Baca juga: Selain Perkuat Imunitas, Temulawak Lindungi Hati Cegah Kanker 

Disebutkan lebih lanjut, dari studi retrospektif terhadap 20.037 veteran AS dengan sirosis yang sudah divaksin (setidaknya satu dosis vaksin) dibandingkan dengan 20.037 orang lainnya. Para peneliti menggunakan data nasional dari Kohort Veterans Outcomes and Costs Associated with Liver Disease (VOCAL) untuk melakukan penelitian tersebut.

Hasilnya, vaksinasi dengan Vaksin Pfizer atau Moderna terlihat menghilangkan resiko infeksi hingga 64,8 persen dan bahkan menurunkan peluang risiko rawat inap di rumah sakit atau kematian terkait covid-19 hingga 100 persen setelah 28 hari.

Dengan catatan, peserta dengan fungsi hati yang lebih parah (sirosis dekompensasi) memiliki perlindungan yang lebih sedikit terhadap infeksi covid-19 yakni 50,3 persen dibandingkan pasien dengan sirosis kompensasi (tahap tanpa gejala masing-masing) yakni 66,8 persen.

Sebagai catatan, pasien yang divaksinasi dan tidak divaksinasi menghadapi jumlah infeksi yang sama dalam 28 hari setelah dosis pertama, meskipun manfaat dari vaksinasi dilaporkan setelah 28 hari.

Baca juga: Jangan Diabaikan, Perlemakan Hati Dapat Berujung Sirosis 

Peserta studi yang diteliti diketahui rata-rata sudah berusia 69 tahun, mayoritas berjenis kelamin pria 60,6 persen di antaranya berkulit putih, dan pasien kulit hitam sebesar 23,2 persen.

"Studi kohort dari veteran AS ini memperlihatkan kalau pemberian vaksin mRNA dikaitkan dengan pengurangan sedernana infeksi covid-19 yang tertunda. Tetapi, pengurangan yang sangat baik dalam rawat inap atau kematian pada pasien dengan sirosis terkait covid-19," jelas para penulis studi.

Vaksin Covid-19 Moderna. (Foto: Nikkei Asia)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini