Kontak Erat Pasien Covid-19 Harus Isoman meski Hasil Antigen Negatif, Ini Alasannya

Antara, Jurnalis · Sabtu 17 Juli 2021 16:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 17 481 2442178 kontak-erat-covid-19-harus-isoman-meski-hasil-antigen-negatif-ini-alasannya-xdtpg1d357.jpg Ilustrasi orang kontak erat dengan pasien covid-19 jalani isolasi mandiri. (Foto: Freepik)

ORANG yang kontak erat dengan pasien covid-19 harus tetap menjalani isolasi mandiri (isoman), meskipun hasil tes usap antigen menunjukkan negatif. Demikian diungkapkan dokter spesialis paru Nila Kartika Ratna.

Kenapa isolasi mandiri tetap harus dijalani? Sebab, bisa saja hasil tes antigen tersebut tidak akurat mengingat masa inkubasi virus SARS-CoV-2 berada dalam durasi waktu 5 hingga 14 hari lamanya.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Disebut Picu Masalah Antibodi? Ini Kata Dokter 

Oleh karena itu, tes antigen akan lebih efektif penggunaan dan datanya jika tes dilakukan di hari kelima setelah melakukan kontak erat dengan pasien covid-19.

"Jadi kalau misalnya hari ini Anda kontak dengan pasien positif covid-19, lalu hari ini periksa antigen negatif, bukan berarti kita tidak tertular. Jangan senang dulu bisa jadi virusnya masih melakukan inkubasi," kata dr Nila yang juga menangani kasus covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Kalimantan Utara, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (17/7/2021).

Baca juga: Kabar Baik, Vaksin Jenis mRNA Efektif Melindungi Pasien Sirosis dari Covid-19 

Dalam webiner 'Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI)', dr Nila menjelaskan bahwa mengingat masa durasi virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan covid-19 memiliki waktu inkubasi selama 2 minggu, maka sangat disarankan agar orang yang berkontak erat dengan pasien covid-19 menjalani isolasi mandiri.

Tentunya selama isolasi mandiri, orang dengan kontak erat sebisa mungkin tidak bertemu dengan kerumunan ataupun keluarga agar bisa meminimalisasi potensi persebaran covid-19.

Sebagai contoh kasus, dr Nila mengatakan ada seorang pemuda yang berkontak erat dengan pasien covid-19 dari tempat kerjanya. Setelah tahu, ia isolasi selama 5 hari dan melakukan tes antigen covid-19 serta mendapatkan hasil negatif.

Setelah itu, rupanya karena mendapat hasil negatif ia memutuskan bertemu dengan teman-teman dan keluarganya. Rupanya di hari k-10, ia mengalami gejala mulai dari demam hingga mual. Akhirnya setelah kembali menjalani tes, ia terbukti positif covid-19.

Baca juga: Obat Oseltamivir dan Azitromisin Tidak Lagi Diberikan kepada Pasien Covid-19 

Berkaca dari contoh kasus itu, maka sangat disarankan orang kontak erat dengan pasien covid-19 agar tetap menjalankan isolasi mandiri meski mendapatkan hasil tes antigen negatif.

Dokter Nila menyarankan jika ingin mendapatkan hasil pengetesan covid-19 yang efektif, maka sebaiknya masyarakat memilih melakukan pengetesan RT PCR untuk memastikan langsung ada atau tidaknya virus covid-19 di dalam tubuh orang yang berkontak erat.

Jika ternyata didapati hasil positif, maka disarankan segera menghubungi pihak puskesmas terdekat atau menggunakan layanan telemedisin, sehingga mendapatkan penanganan yang efektif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini