LIPI Ungkap Varian Delta Dominasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia

Antara, Jurnalis · Sabtu 17 Juli 2021 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 17 481 2442183 lipi-ungkap-varian-delta-dominasi-lonjakan-kasus-covid-19-di-indonesia-zk82y7PiPt.jpg Ilustrasi lonjakan kasus covid-19 didominasi varian delta. (Foto: Okezone)

LONJAKAN kasus covid-19 di Indonesia kemungkinan besar disebabkan varian delta. Demikian diungkapkan Ketua Tim Pengurutan Genom Menyeluruh (Whole Genom Sequencing/WGS) SARS-CoV-2 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sugiyono Saputra.

"Jika dilihat dari data GISAID yaitu data genom SARS-CoV-2 yang berhasil di-sequencing dan diidentifikasi selama 3 pekan terakhir, lebih dari 95 persen merupakan varian delta dan sisanya adalah varian alfa dan varian lokal Indonesia," ungkap Sugiyono dalam keterangannya, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (17/7/2021).

Baca juga: Kontak Erat Pasien Covid-19 Harus Isoman meski Hasil Antigen Negatif, Ini Alasannya 

Ia menyatakan dari penelitian yang dilakukan di laboratorium Bio Safety Level (BSL) 3 LIPI, yakni melalui pengambilan sampel selama 8 hari terhitung 10 hingga 18 Juni 2021, ditemukan hampir 100 persen adalah varian delta.

"Berdasarkan data yang ada, terbukti bahwa lonjakan kasus yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh paparan virus SARS-CoV-2 varian delta," papar Sugiyono.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Disebut Picu Masalah Antibodi? Ini Kata Dokter 

Sejak beberapa pekan belakangan, kasus covid-19 di Indonesia mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Bahkan pada rentang waktu 2 sampai 15 Juli 2021 tercatat penambahan total kasus positif covid-19 mencapai 523.695 kasus.

Pada 11 Juli 2021, Indonesia tercatat sebagai negara dengan kasus kematian tertinggi di dunia, yaitu mencapai 1.007 orang dalam satu hari. Merebaknya kasus covid-19 di Indonesia ditengarai oleh varian baru dari virus SARS-CoV-2 varian delta yang diketahui pertama kali ditemukan di India.

Menurut sugiyono, faktor utama yang menyebabkan varian delta begitu berbahaya dan persebarannya sangat masif adalah karena karakteristik dari varian delta memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi dibanding varian lain.

"Material genetik yang ditemukan di varian delta punya karakter yang bisa menurunkan efektivitas dari vaksinasi dan terapi obat yang saat ini dilakukan," jelasnya.

Baca juga: Kabar Baik, Vaksin Jenis mRNA Efektif Melindungi Pasien Sirosis dari Covid-19 

Sugiyono menyatakan, berdasarkan data yang diperoleh dari Inggris, varian delta sangat berkorelasi dengan peningkatan jumlah huni rumah sakit. Itu berarti varian tersebut mempunyai efek terhadap keparahan kondisi pasien covid-19.

Menurut dia, kasus covid-19 di Indonesia tidak hanya disebabkan oleh varian delta. Berdasarkan riset yang dilakukan juga ditemukan varian baru asal Indonesia, yaitu varian B.1.466.

Sugiyono menerangkan, sebelum varian delta masuk ke Indonesia, varian baru asal Indonesia mendominasi kasus covid-19 di Indonesia.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan Indonesia agar varian lokal terus dimonitor, karena secara genetik varian itu mampu meningkatkan transmisi atau penularan di masyarakat. Selain itu, varian tersebut juga dapat menyebabkan penurunan efektivitas vaksin dan terapi obat.

"Akan tetapi, sampai saat ini, bukti ilmiah terkait efek secara epidemiologi atau bukti ilmiah yang menunjukkan langsung efek dari mutasi yang terjadi belum ada. Varian lokal saat ini kasusnya tidak banyak dan sampai saat ini varian delta lebih berbahaya," paparnya.

Baca juga: Obat Oseltamivir dan Azitromisin Tidak Lagi Diberikan kepada Pasien Covid-19 

Sejak penelitian covid-19 dilakukan di Indonesia, selama lebih dari 1 tahun telah ditemukan lebih dari 10 varian covid-19. Namun, varian yang menjadi perhatian adalah varian delta, alfa, dan varian of interest, yaitu gama.

"Walaupun dunia saat ini telah dihebohkan oleh varian baru covid-19, yaitu varian gama dan lamda, varian ini belum kami temukan di Indonesia sesuai data dari GISAID," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini