Kebutuhan Oksigen Naik 5 Kali Lipat, Wamenkes Ungkap Langkah Antisipasinya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 17 Juli 2021 21:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 17 481 2442283 kebutuhan-oksigen-naik-5-kali-lipat-wamenkes-ungkap-langkah-antisipasinya-DXw3U6OQN1.jpg Ilustrasi oksigen langka dampak lonjakan kasus covid-19. (Foto: Sudin Perhubungan Jaktim/Antara)

LONJAKAN kasus covid-19 yang terjadi di Tanah Air membuat pemerintah berpikir keras mencukupi semua fasilitas yang dibutuhkan pasien. Salah satunya kebutuhan oksigen yang dilaporkan makin langka. Bahkan, sejumlah rumah sakit di semua wilayah Indonesia mengeluhkan kelangkaan oksigen untuk pasien covid-19.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan kebutuhan oksigen harian di Indonesia naik lima kali lipat atau mencapai 400 ton per hari. Alhasil, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya mengantisipasi kondisi tersebut.

Baca juga: Evaluasi PPKM Darurat, Wamenkes: Keterisian Tempat Tidur RS Mulai Stabil 

"Bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian, kami sudah melakukan rekonversi dari penggunaan industry yang tadinya besar, menjadi sekira 90 persen yang digunakan untuk kebutuhan oksigen medis. Sehingga saat ini hanya tinggal 10 persen lagi kebutuhan yang digunakan untuk kebutuhan industri," terang Wamenkes Dante konferensi pers virtual Evaluasi PPKM Darurat, Sabtu (17/7/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan saat ini, masih ada beberapa kekurangan di sana-sini sehingga distribusi juga memerlukan perhatian. Alhasil, Kemenkes akan coba merelokasikan distribusi oksigen agar terbagi dengan baik. Kemenkes bakal terus bekerja sama dengan berbagai sektor, antara lain satgas-satgas di semua provinsi untuk memenuhi kebutuhan distribusi oksigen.

Baca juga: Cek Fakta: Varian Delta Covid-19 Bisa Menular Lewat Makanan? 

"Hampir setiap hari kami bertemu dan melakukan pendistribusian oksigen dengan prioritas yang kami lakukan secara digital. Penambahan oksigen yang tersalurkan secara digital ini sangat membantu, karena itu kami mohon rumah sakit untuk mengisi SIS online oksigen. Ini adalah format digital yang digunakan untuk memprediksi berapa kebutuhan oksigen untuk tiap rumah sakit. Sehingga, kita bisa melakukan distribusi ini secara maksimal dan terencana," lanjutnya.

Pemerintah juga akan menambah sekira 20–30 ribu oksigen konsentrator. Dengan jumlah sebesar itu, oksigen konsentrator akan menyuplai sekira 600 ton oksigen per hari yang dibutuhkan. Oksigen konsentrator ini bisa menyuplai 10 liter oksigen per menit untuk kebutuhan tempat-tempat di kamar isolasi maupun di ruang rawat rumah sakit tersentral.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini