Pemerintah Akan Impor untuk Penuhi Kebutuhan Obat Pasien Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 17 Juli 2021 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 17 481 2442288 pemerintah-bakal-impor-untuk-penuhi-kebutuhan-obat-pasien-covid-19-46XtaBSIyY.jpg Ilustrasi obat-obatan untuk pasien covid-19. (Foto: Shutterstock)

KETERSEDIAAN obat untuk pasien covid-19 menjadi salah satu masalah yang sedang dihadapi pemerintah. Sebab, tidak semua obat yang digunakan untuk penyembuhan pasien covid-19 diproduksi di dalam negeri, melainkan harus impor dari luar negeri.

Di sisi lain, melonjaknya kasus covid-19 juga membuat pasokan obat-obatan untuk terapi penyembuhan menjadi sangat tipis.

Baca juga: Evaluasi PPKM Darurat, Wamenkes: Keterisian Tempat Tidur RS Mulai Stabil 

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menjelaskan bahwa pasokan obat-obatan untuk pasien covid-19 dari dalam negeri relatif terkontrol. Namun berbeda dengan obat-obatan impor yang pasokannya sangat ketat seperti Remdesivir, Actemra, Gamaras atau IVIG.

"Remdesivir akan kami impor dari India, Pakistan, dan China. Itu sekarang sudah dilakukan negosiasi dengan Kemenlu agar India bisa kembali membuka ekspornya. Saat ini sudah masuk sekira 50 ribu vial dan nati akan bertambah lagi menjadi 50 ribu vial lagi per minggu," kata Wamenkes Dante dalam konferensi pers virtual Evaluasi PPKM Darurat, Sabtu (17/7/2021).

Baca juga: Kebutuhan Oksigen Naik 5 Kali Lipat, Wamenkes Ungkap Langkah Antisipasinya 

Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga sudah membuka akses ke China supaya obat-obatan yang mirip dengan Remdesivir bisa masuk. Obat yang jarang seperti Actemra juga akan didatangkan pemerintah dari perusahaan Roche di Swiss. Saat ini Pemerintah Indonesia sudah membicarakan hal tersebut dengan pihak produsen.

"Pemerintah juga akan mendapatkan obat serupa ini dan diharapkan bisa mendapatkan pasokan dari China. Obat-obat yang dikategorikan masih cukup dan akan didistribusikan dan masih jarang untuk masyarakat, ini sudah kita lakukan pertemuan dengan GP Farmasi Indonesia (Gabungan Perusahaan Farmasi Obat) agar pelaksanaan distribusi menjadi lebih merata di seluruh Tanah Air sehingga masyarakat lebih gampang mendapatkan obat," tuntasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini