Dokter Ungkap Hoaks Makin Marak di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 18 Juli 2021 03:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 17 481 2442290 dokter-ungkap-hoaks-makin-marak-di-tengah-lonjakan-kasus-covid-19-jBmiCxYHIr.jpg Ilustrasi setop hoaks. (Foto: Okezone)

INFLUENCER kesehatan sekaligus dokter relawan covid-19 Muhamad Fajri Adda'i menyatakan sangat prihatin dengan banyaknya hoaks terkait covid-19 yang makin marak di tengah masyarakat. Menurut dia, saat ini kondisi Tanah Air sedang tidak dalam kondisi baik, sebab angka penularan covid-19 makin tinggi hingga membuat krisis kesehatan.

Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Kesehatan (Kemenkes), per Jumat 16 Juli 2021, Indonesia menempati peringkat pertama dengan kasus baru covid-19 terbanyak sedunia, yakni 54 ribu kasus dalam sehari. Selain itu, Indonesia juga ada di posisi kedua dunia untuk peningkatan kematian terbanyak dengan 6.432 kasus dalam kurun waktu satu minggu.

Baca juga: Evaluasi PPKM Darurat, Wamenkes: Keterisian Tempat Tidur RS Mulai Stabil 

Angka kematian yang terjadi Indonesia berada di bawah Brasil dengan kasus kematian terbanyak berjumlah 8.706 selama kurun waktu satu minggu. Jika dilihat berdasarkan data, dr Fajri menilai 11,8 persen kematian covid-19 di dunia berasal dari Indonesia.

"Sangat ironi. Kita tidak sedang baik-baik saja. Angka kasus meledak, 90 persen akan sembuh, tapi 2,7 persen meninggal. Otomatis jika kasus bertambah, angka kesembuhan akan naik, tapi jumlah yang meninggal juga makin banyak kan?" ungkap dr Fajri, seperti dikutip dari unggahan di akun Instagram-nya @dr.fajri, Sabtu (17/7/2021).

Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Okezone)

Ia juga memperlihatkan grafik data covid-19 bulanan hingga 16 Juli 2021. Grafik tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang terus terjadi setiap hari. Sayangnya, peningkatan kasus covid-19 ini juga dibarengi hoaks yang makin kencang beredar di masyarakat.

Dokter Fajri pun meberitahukan pesan-pesan yang masuk kea kun media sosialnya terkait peredaran hoaks di tengah masyarakat. Ia merasa prihatin dengan banyaknya kabar bohong yang membuat pandemi covid-19 makin banyak memakan korban. Padahal, para tenaga kesehatan sedang berjibaku membantu masyarakat mengatasi wabah penyakit ini.

Baca juga: Kebutuhan Oksigen Naik 5 Kali Lipat, Wamenkes Ungkap Langkah Antisipasinya 

"Hoax memang semenyeramkan itu. Mau disangkal bagaimanapun juga, covid-19 memang berbahaya. Walau ada 90 persen yang sembuh, tapi ada 2,7 persen orang yang meninggal. Kalau hoaks makin menyebar, otomatis akan makin banyak juga orang yang akan meninggal. Jadi, jari penyebar hoaks bisa menjadi pembunuh manusia lainnya," tambah dr Fajri.

"Mau enggak percaya corona, mau lelah atau apa pun itu, nyatanya rumah sakit makin penuh dan kasus meninggal di rumah atau di jalan makin banyak juga kan? Nakes makin berjibaku kelelahan, bahkan meninggal, penyebar hoaks lagi menikmati traffic dan lain-lain," tuntasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini