Remaja Diduga Terinfeksi Covid Toes, Kakinya Membengkak hingga Susah Berjalan

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 18 Juli 2021 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 18 481 2442457 remaja-diduga-terinfeksi-covid-toes-kakinya-membengkak-hingga-susah-berjalan-ops80jOwOU.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

SEORANG remaja perempuan bernama Sofia, hampir tidak bisa berjalan atau memakai sepatu. Apa yang dialami oleh Sofia, diduga menderita Covid Toes.

Dilansir dari laman BBC News, sebelumnya Sofia belum pernah dinyatakan positif virus Corona. Akan tetapi pada Oktober (2020), ia malah tidak bisa berjalan dan diprediksi oleh para ahli sebagai Covid Toes.

Covid-19

"Kakiku membengkak, aku melepuh di sekujur tubuh dan warnanya berubah dari merah muda menjadi ungu dengan sangat cepat," katanya.

Gadis 13 tahun ini mengaku, terdapat benjolan di bagian bawah (kaki) yang membuatnya sangat sulit untuk berdiri lama. Serta hanya jenis alas kaki tertentu saja yang bisa digunakan olehnya.

Covid-19

Saat ini Sofia tinggal di Clackmannanshire, Skotlandia. Dirinya cukup kesulitan untuk pergi ke sekolah, bahkan untuk berjalan pun amat susah. Akhirnya kini Sofia memakai kursi roda sebagai alat bantu, supaya ia mudah pergi kemanapun.

Sebelum sakit yang dideritanya ini datang, Sofia sering bernyanyi dan menari. Namun dengan keadaan yang tak memungkinkan, ia harus berhenti meneruskan hobinya itu.

Baca Juga : Curhat Anak Pasien Corona: Ayah Saya Meninggal Usai Percaya Hoaks Covid-19

Menurut College of Podiatry, Covid Toes adalah nama yang diberikan untuk lesi seperti chilblain yang muncul di jari kaki beberapa individu pada hari-hari setelah infeksi Covid-19.

Baca Juga : Potret Tante Ernie Kian Berisi Usai Sembuh Covid-19, Netizen: Makin Montok!

Diduga banyak kasus ini tidak banyak dilaporkan, sehingga lebih sulit untuk dilacak. Akan tetapi penelitian terkait dengan Covid Toes ini sedang berlangsung di seluruh dunia.

Ahli penyakit kaki Martin McCafferty telah melihat beberapa contoh di kliniknya di East Dunbartonshire, ia mengatakan hal ini menjadi tantangan bagi para tenaga profesional kesehatan, agar segera menemukan informasi yang relevan dan penelitian lebih lanjut perlu dilakukan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini