Apa yang Harus Dilakukan jika Saturasi Oksigen Menurun saat Isoman?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 19 Juli 2021 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 19 481 2442777 apa-yang-harus-dilakukan-jika-saturasi-oksigen-menurun-saat-isoman-WbVOaMdBze.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Le devoir)

MENGUKUR kadar oksigen dalam darah selama melakukan isolasi mandiri (isoman) merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Pengukuran kadar oksigen ini harus dilakukan secara berkala menggunakan alat pulse oksimeter. Lantas bagaimana jika saturasi oksigen dinyatakan rendah?

 isoman

Merangkum dari laman Instagram resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) @kemenkes_ri, Senin (19/7/2021), jika hasil pengukuran saturasi oksigen dinyatakan rendah, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan khawatir. Sebab ada cara sederhana yang bisa dilakukan untuk meningkatkan saturasi oksigen dengan teknik proning.

Teknik pernapasan ini, pasien harus dalam kondisi berbaring tengkurap untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen. Selain itu, selama melakukan teknik ini, upayakan berada di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik. Teknik ini bisa dipakai untuk mengatasi kekurangan oksigen setelah dilakukan pengukuran saturasi oksigen dan dapat menggunakan alat pulse oximetry di rumah.

Posisi 1

Berbaring di atas perut dalam 30 menit. Gunakan alas dan bantal di bawah leher, pinggul dan kaki.

Posisi 2

Berbaring ke sisi kanan dalam 30 menit. Gunakan alas dan bantal di bawah leher, pinggul dan dijepit kedua kaki.

Posisi 3

Berbaring sambil duduk dalam 30 menit. Gunakan penyangga bantal dengan posisi setengah duduk. Jika sudah melakukan teknik proning ini, maka seseorang juga harus mengetahui level saturagi oksigen yang dimiliki. Yakni:

95%-100% = Dalam kondisi baik.

93%-94% = Perlu berbaring untuk meningkatkan kadar oksigen.

<92% = Perlu ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dokter.

<80% = Perlu menggunakan ventilator.

Apabila teknik proning ini sudah sering dilakukan, namun belum bisa meningkatkan saturasi oksigen dalam tubuh, segera ke fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini