Untuk Sektor Khusus, Ini Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh Selama Libur Idul Adha

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 19 Juli 2021 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 19 481 2442876 untuk-sektor-khusus-ini-syarat-naik-kereta-api-jarak-jauh-selama-libur-idul-adha-yw5rwvuiWY.jpg Naik kereta api (Foto: KAI)

SELAMA libur Idul Adha 1442H yakni 20 Juli - 25 Juli 2021, perjalanan Kereta Api Jarak Jauh hanya diperbolehkan bagi pelaku perjalanan yang bekerja di sektor khusus seperti sektor esensial, kritikal, serta mendesak. Peraturan ini diberlakukan dalam upaya mengurangi risiko penyebaran Covid-19 di Masyarakat.

Aturan tersebut, tertulis dalam SE Kemenhub No 54 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 42 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19.

 naik kereta api

Sesuai Instruksi Mendagri Nomor 18 Tahun 2021, terdapat beberapa bidang pekerjaan yang masuk dalam kategori esensial, kritikal dan khusus perjalanan mendesak, di antaranya:

Kategori kritikal

1. Kesehatan

2. Keamanan dan ketertiban masyarakat

3. Penanganan bencana

4. Energi

5. Logistik

6. Transportasi dan distribusi

7. Makanan minuman dan penunjangnya

8. Pupuk dan petrokimia

9. Semen dan bahan bangunan

10. Obyek vital nasional

11. Proyek strategis nasional

12. Konstruksi, dan utilitas dasar.

Kategori esensial

1. Keuangan dan perbankan

2. Pasar modal

3. IT dan komunikasi

4. Perhotelan non penanganan karantina Covid-19

5. Industri orientasi ekspor

Kategori mendesak

1. Pasien dengan kondisi sakit keras

2. Ibu hamil yang didampingi oleh 1 orang anggota keluarga

3. Kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 orang

4. Pengantar jenazah non Covid-19 dengan jumlah maksimal 5 orang.

Pelanggan dari Sektor Kritikal dan Esensial yang tetap ingin bepergian menggunakan layanan kereta api jarak jauh harus menunjukkan:

1. Surat Tanda Registrasi Pekerja, atau

2. Surat Keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat, atau

3. Surat Tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon 2 (untuk pemerintahan) dan berstempel/cap basah atau tanda tangan elektronik.

Sementara bagi pelanggan kategori mendesak juga harus memberikan beberapa syarat sebelum melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan kereta. Yakni:

1. Surat Rujukan dari Rumah Sakit, atau

2. Surat Pengantar dari perangkat daerah setempat, atau

3. Surat Keterangan Kematian, atau

4. Surat Keterangan Lainnya.

Setiap pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan. Khusus pelanggan KA Jarak Jauh di Pulau Jawa wajib menunjukkan Kartu Vaksinasi.

"Syarat Kartu Vaksinasi dikecualikan bagi pelanggan yang tidak/belum divaksin dengan alasan medis dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter spesialis dan pelanggan dengan Kepentingan Mendesak," ujar Joni.

Joni menambahkan, pada masa libur Idul Adha, perjalanan KA Jarak Jauh hanya diperbolehkan untuk pelanggan dengan usia di atas 18 tahun. Setiap pelanggan harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius.

Selain itu, pelanggan juga wajib memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut. Setiap petugas di stasiun keberangkatan akan melakukan pemeriksaan seluruh persyaratan pelanggan sebelum diizinkan melakukan perjalanannya.

"Jika ada yang tidak lengkap, maka yang bersangkutan tidak akan diizinkan untuk berangkat dan uang tiket akan dikembalikan 100%," tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini