Vaksin Moderna dan Pfizer Mampu Cegah Terkena Covid-19 hingga 90%

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Senin 19 Juli 2021 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 19 481 2442976 vaksin-moderna-dan-pfizer-mampu-cegah-terkena-covid-19-hingga-90-XLgRKwYDq7.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: Prevention)

PUSAT Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) baru saja selesai melakukan studi penelitian terhadap dua jenis vaksin Covid-19 yang dikembangkan dengan teknologi mRNA, Pfizer dan Moderna.

Mengutip Foxnews, dari studi tersebut CDC menemukan bahwa vaksin Pfizer dan Moderna punya efikasi hingga 90 persen dalam mencegah seseorang tertular Covid-19, termasuk kasus asimtomatik atau tanpa gejala.

 Vaksin Covid-19

Menggelar studi terkait vaksin yang dibuat dengan teknologi Mrna contohnya Pfizer dan Moderna, CDC dikatakan memeriksa hasil dari perilisan vaksin Covid-19 di masyarakat langsung, di antara hampir 4.000 orang pekerja penting yang beresiko tinggi. Seperti para tenaga kesehatan, pekerja darurat di enam negara bagian Amerika Serikat mulai dari 14 Desember hingga 13 Maret 2021.

Hasilnya memperlihatkan, ada penurunan sampai 90 persen dari risiko infeksi setelah peserta divaksinasi full (dua pekan usai disuntik dosis kedua). Penemuan ini juga menghighlight, adanya level proteksi yang tinggi hanya dengan suntikan satu dosis, risiko orang tersebut terkena infeksi Covid-19 disebutkan berkurang 80 persen di dua minggu setelah vaksinasi awal mereka.

CDC menyebutkan, penemuan ini konsisten sejalan dengan hasil dari uji klinis yang dilakukan sebelum vaksin menerima otorisasi darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA).

“Studi ini menunjukkan bahwa upaya vaksinasi kita berhasil. Vaksin mRNA Covid-19 resmi memberikan perlindungan dunia nyata awal dan substansial terhadap infeksi bagi personel perawatan kesehatan negara kita, petugas darurat dan pekerja esensial garda terdepan lainnya," ujar Dr. Rochelle P. Walensky, Direktur CDC.

Disebutkan lebih lanjut, studi yang dipuji para peneliti CDC tersebut melibatkan tes swab hidung PCR mingguan, karena bisa memperlihatkan hasil pada infeksi terlepas dari gejala-gejalanya.

“Studi tersebut menunjukkan bahwa dua vaksin mRNA ini dapat mengurangi risiko semua infeksi SARS-CoV-2, bukan hanya infeksi simptomatik," bunyi pernyataan CDC.

CDC juga menekankan betapa pentingnya kemampuan vaksin untuk mengurangi semua infeksi untuk menekan penyebaran virus.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini