Anak Positif Covid-19 dan Isoman, Ini Vitamin yang Diperlukan

Antara, Jurnalis · Selasa 20 Juli 2021 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 20 481 2443181 anak-positif-covid-19-dan-isoman-ini-vitamin-yang-diperlukan-MWBoCo2QO5.jpg Ilustrasi anak jalani isoman. (Foto: Freepik)

ORANGTUA cukup memberikan asupan vitamin kepada anak yang terpapar covid-19 dan menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Demikian dikatakan Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi dan Penyakit Tropis sekaligus anggota Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Anggraini Alam SpA(K).

"Untuk isoman, cukup diberikan vitamin saja," kata dr Anggraini dalam bincang daring bersama IDAI, seperti dikutip dari Antara, Selasa (20/7/2021).

Baca juga: IDAI: Tidak Banyak Ditemukan KIPI Vaksinasi Covid-19 pada Anak 

Adapun suplemen yang bisa diberikan kepada anak yang bergejala ringan maupun tidak bergejala covid-19 adalah vitamin C, vitamin D, dan mineral seperti zinc.

"Sebenarnya suplemen itu bisa didapat anak dari makanannya. Untuk vitamin D bisa didapat melalui protein seperti telur, ikan, dan keju. Untuk vitamin C ada di sayur-sayuranan dan buah-buahan. Sementara zinc juga ada di makanan kita (produk hewani dan kacang-kacangan). Vitamin D juga bisa didapatkan ketika berjemur di bawah sinar matahari," jelas dr Anggraini.

Ilustrasi vitamin. (Foto: Pexels/Pixabay)

Lebih lanjut ia mengatakan orangtua yang menjalani isoman dengan anak bisa memberikan obat pelengkap jika ada gejala yang mengikuti. Misalnya jika ada gejala demam, orangtua dapat memberikan obat penurun demam, juga dengan gejala batuk dan pilek bisa diberikan obat yang sesuai.

Selain suplemen vitamin dan obat-obatan, dr Anggraini mengatakan bahwa memonitor perkembangan anak juga tidak kalah penting saat menjalankan isoman bersama. Orangtua perlu memiliki termometer untuk mengukur suhu dan oximeter untuk mengukur saturasi oksigen anak secara rutin, terutama di pekan awal positif covid-19.

"(Monitoring) Harus sebaik dan sesering mungkin. Selain itu, buat komunikasi yang baik dengan dokter terkait, dan terapkan kebersihan dan 5M kepada anak. Jika tidak ada gejala sistemik, mandi yang bersih, cuci hidung dan mulut, itu bagian yang bisa memperbaiki secara keseluruhan kebersihan anak. Tak lupa, orangtua juga harus menjadi teman untuk anak," ujarnya.

Baca juga: Cegah Pneumonia pada Anak, Beri ASI Eksklusif hingga Makanan Bergizi 

Meski berat mendampingi dan merawat anak saat melakukan isoman, dr Anggraini mengingatkan orangtua untuk tetap tenang.

"Dengan ketenangan dan bimbingan orangtua untuk sama-sama buat anak disiplin 5M, tentu itu bisa membuat suatu pikiran yang menggembirakan dan suasana positif kepada anak. Walaupun di masa isolasi, membiasakan kondisi cek saturasi dan suhu, jangan dibuat menjadi suatu kepanikan," jelasnya.

Adapun ia mengatakan bahwa persentase gejala ringan dan berat covid-19 bagi anak-anak adalah 80:20, sehingga diharapkan dengan penanganan yang tepat, anak bisa lekas pulih dari virus ini.

Dia kemudian berpesan kepada orangtua untuk rajin berkonsultasi dengan kerabat dan dokter anak ketika sedang menjalani isoman bersama. Orangtua juga diimbau memonitor kesehatan anak dengan panduan dan diari isoman dari IDAI yang bisa diakses dan diunduh di situs resminya.

Baca juga: Ini Cara Kenali Pneumonia pada Anak Melalui Teknik Hitung Napas 

"Isoman ini memang tricky karena isoman yang terjadi sekarang dikarenakan rumah sakit yang penuh. Kriteria untuk yang isoman adalah bagi yang asimptomatik atau bergejala ringan. Semua perlu kehati-hatian dan konsultasi," kata dr Anggraini.

"Covid ini mengajarkan kita untuk berkonsultasi dan berkomunikasi bersama walaupun berjauhan. Intinya adalah komunikasi, positive thinking bahwa orangtua bisa mengelola anaknya selama isoman dan tahu kapan harus segera ke rumah sakit, dan jangan lupa untuk sering komunikasi ke dokter anak," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini