Angka Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Menurun, Prof Wiku Ungkap Penyebabnya

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 20 Juli 2021 19:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 20 481 2443445 angka-pemeriksaan-spesimen-covid-19-menurun-prof-wiku-ungkap-penyebabnya-rEAJiqp3zq.jpg Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito. (Foto: Satgas Covid-19)

TESTING menjadi salah satu upaya pemerintah dalam penanganan dan pengendalian pandemi covid-19 di Indonesia. Tapi beberapa hari terakhir angka pemeriksaan covid-19 diketahui menurun, yakni hanya menyentuh angka 100 ribuan spesimen. Padahal sebelumnya, pemeriksaan spesimen covid-19 sempat menyentuh angka harian hingga 250 ribu.

Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito mengatakan penurunan angka testing spesimen ini disebabkan dua faktor.

Baca juga: Kepatuhan Prokes di Restoran Paling Rendah, Tak Capai 80% 

"Kenapa turun? Ini terdapat beberapa kemungkinan. Penurunan testing di akhir pekan, dan delay input dari laboratorium ke sistem data," kata Prof Wiku dalam siaran langsung, Selasa (20/7/2021).

Ilustrasi pemeriksaan spesimen covid-19. (Foto: Pressfoto/Freepik)

Ia melanjutkan, pemerintah akan menggenjot upaya testing. Prof Wiku menyebut ke depannya pemerintah akan lebih koordinasi dan memfasilitasi pemerintah daerah untuk menjalankan testing.

"Ke depannya pemerintah berkomitmen dalam kapasitas 3T (testing, tracing, treatment) dengan koordinasi dan memfasilitasi pemerintah daerah untuk mencapai targetnya masing-masing sesuai seperti yang sudah diinstruksikan," lanjutnya.

Baca juga: Anggap PPKM Kurang Efektif, dr. Tirta: Tabungan Warga Habis, Beban Makin Berat 

Prof Wiku mengungkapkan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM Darurat Jawa-Bali sejak 3 hingga 20 Juli 2021 telah memperlihatkan hasil positif.

"Saat ini penerapan PPKM Darurat sudah menunjukkan hasilnya, salah satunya penurunan mobilitas masyarakat dan angka kasus harian. Tapi untuk memastikan kasus tetap terkendali, butuh upaya dan kerja keras yang lebih kuat dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat supaya lonjakan kasus positif di Indonesia bisa melandai dan berkurang," tutupnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini