Pembelajaran Adaptif, Kunci Sukses Tingkatkan Kemampuan Otak Anak

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 20 Juli 2021 21:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 20 612 2443475 pembelajaran-adaptif-kunci-sukses-tingkatkan-kemampuan-otak-anak-M82kgqnfCN.jpeg Pembelajaran adaptif kunci sukses kemampuan otak anak (foto: Ist)

JAKARTA - Kemampuan setiap siswa dalam satu kelas sangat bervariasi. Namun, banyak dari kegiatan belajar mengajar di Indonesia saat ini masih menggunakan pengajaran standar yang menyamaratakan materi dan pelatihan untuk semua siswa yang ada di kelas. Akibatnya, siswa yang unggul tak bisa memaksimalkan potensinya, sementara siswa yang tertinggal menjadi kesulitan dan tidak termotivasi untuk memahami materi dengan baik.

Untuk mengatasi jarak pengetahuan dan tingkat pemahaman yang berbeda-beda (learning gap), kini sistem pembelajaran adaptif (adaptive learning) mulai banyak diadopsi. Pembelajaran adaptif adalah salah satu teknik untuk memberikan materi pembelajaran yang telah dipersonalisasi atau dirancang khusus sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa.

 Baca Juga: Kemampuan Matematika Anak Laki-Laki Lebih Bagus dari Perempuan Cuma Mitos, Ini Kata Peneliti

Sistem pembelajaran ini biasanya mengandalkan basis teknologi, algoritma, dan data, agar bisa secara dinamis menyesuaikan materi dengan hasil interaksi dengan siswa. Misalnya, sistem akan memberikan soal latihan kepada siswa untuk mengevaluasi kemampuannya. Jika siswa memiliki kelemahan di bidang pelajaran tertentu, maka sistem akan secara otomatis memberikan materi atau soal latihan lebih banyak di bidang tersebut.

Kelebihan dari pembelajaran adaptif adalah setiap siswa bisa mendapatkan umpan balik yang relevan dan mengakses materi khusus yang sesuai dengan kebutuhan belajar mereka. Dengan begitu, setiap siswa dapat belajar dengan kecepatan dan kemampuannya masing-masing, tanpa perlu merasa ‘tertekan’ untuk harus mengejar teman-temannya.

Di saat yang sama, penerapan pembelajaran adaptif bisa mempermudah guru untuk memantau siswa mana yang membutuhkan bantuan, mengukur efektivitas kurikulum yang telah dibuat, serta memaksimalkan hasil belajar.

Baca Juga: Dokter: Paparan Gadget Berisiko Tunda Perkembangan Otak Anak

Konsep pembelajaran adaptif telah diimplementasikan di negara-negara lain, dengan tingkat kesuksesan yang signifikan. Misalnya, DreamBox adalah software pembelajaran adaptif di Amerika Serikat yang berfokus untuk mengurangi kesenjangan pengetahuan di mata pelajaran matematika tahap SD dan SMP.

Berdasarkan riset dari Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan (CEPR) di Universitas Harvard terhadap 3.000 siswa yang menggunakan DreamBox, ditemukan bahwa penggunaan DreamBox dengan durasi 60 menit per minggu memungkinkan siswa untuk mencatatkan nilai matematika 58% lebih tinggi dari periode biasa.

Selain DreamBox, software pembelajaran adaptif Scootpad, juga mencatatkan hasil yang positif. Software ini sangat populer dan memiliki integrasi langsung dengan lebih dari 400 sekolah di Amerika Serikat. Di Silver Oak Elementary School, penggunaan Scootpad mendorong para siswa di kelas 3 SD untuk bisa meningkatkan nilai bahasa Inggris mereka hingga 21%. Hingga kini, platform pembelajaran adaptif ini telah dipercaya oleh lebih dari 220.000 guru dan 2 juta pengguna.

Melihat pentingnya peran pembelajaran adaptif demi kualitas pendidikan yang lebih baik, Zenius Education resmi meluncurkan fitur terbaru bernama ZenCore pada awal bulan Juli lalu, yang menyediakan materi dan pelatihan adaptif untuk mengembangkan keterampilan fundamental pengguna.

Di dalamnya terdapat dua fitur utama, yakni CorePractice, tempat latihan dengan ratusan ribu pertanyaan latihan dari 3 cabang konsentrasi utama seperti logika verbal, matematika, dan Bahasa Inggris. Sementara CoreInsight, tempat yang menyediakan berbagai pengetahuan yang insightful seperti filsafat, basic sciences, big history, dapat digunakan untuk mendukung dan memperluas wawasan dan sudut pandang pengguna.

“Di Indonesia, kesenjangan pengetahuan atau learning gap merupakan masalah nyata yang tidak hanya ada di antara siswa, tapi juga pada masyarakat secara umum.. Untuk itu, kami percaya bahwa pembelajaran adaptif yang disediakan oleh fitur ZenCore dapat membantu mengurangi kesenjangan ini, karena setiap individu bisa belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya. Metode pembelajaran adaptif ini merupakan bukti nyata dari visi Zenius untuk menumbuhkan kecintaan pada proses belajar di dalam diri semua orang. Dengan materi yang sesuai kemampuan, kami harap siswa bisa lebih menikmati proses pembelajaran,” ungkap Sabda PS, Co-founder dan Chief Education Officer Zenius.

Melalui peluncuran ZenCore, Zenius menjadi salah satu platform edukasi pertama yang menerapkan pembelajaran adaptif secara luas, kepada lebih dari 20 juta pengguna di website dan aplikasi. Fitur gratis ini bisa diakses di aplikasi Zenius oleh para pengguna kapan pun dan di mana pun. Pengguna yang ingin mengasah keterampilan fundamental mereka dapat mencoba untuk menyelesaikan 100 level yang mengandung lebih dari 135 ribu soal yang tersedia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini