Penderita Autoimun Harus Hindari 4 Makanan Ini, Apa Saja Ya?

Antara, Jurnalis · Rabu 21 Juli 2021 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 298 2443840 penderita-autoimun-harus-hindari-4-makanan-ini-apa-saja-ya-zGf0xWzbD6.jpg Ilustrasi makanan yang harus dihindari penderita autoimun. (Foto: Freepik)

PENDERITA autoimun memiliki pola makan khusus untuk mengurangi gejala dan menurunkan risiko peradangan. Demikian diungkapkan Ketua Indonesia Asosiasi Ahli Gizi Olahraga Indonesia dr Rita Ramayulis DCN MKes.

"Pasien autoimun harus makan secara rutin dalam porsi kecil, tidak boleh sekali-kali dalam porsi besar," kata ahli gizi dr Rita, seperti dikutip dari Antara, Rabu (21/7/2021).

"Pola makan yang tidak beraturan berefek pada kondisi insulin. Kadar insulin tidak boleh tinggi. Kalau insulin tinggi, maka akan terjadi peradangan dalam waktu 2 sampai 3 jam," jelasnya.

Baca juga: 4 Cara Jitu Bikin Daging Kurban Cepat Empuk, Enggak Perlu Direbus Lama Lho 

Pada orang sehat yang memiliki imunitas baik, jika ada makanan yang tidak cocok maka sistem kekebalan tubuh bisa menoleransi masalah tersebut tanpa harus merusak sel-sel lain.

Namun pada penderita autoimun, sistem imunitas malah menyerang jaringan tubuhnya sendiri. "Penyakit ini tidak bisa mengenali zat-zat mana yang termasuk kawan dan lawan bagi tubuh, sehingga tidak boleh sembarang makanan diberikan," terang dr Rita.

Menurut dia, penderita autoimun harus menghindari makanan-makanan tertentu yang dapat memicu sel imunitas bekerja lebih berat.

Ia menekankan bahwa pemberian diet untuk penderita autoimun harus dilakukan secara personal. Aturan dan pola makan antara satu pasien dengan pasien lainnya akan berbeda. Kondisi autoimun sangat sensitif dan tidak bisa disamaratakan.

"Ini kita bicara hanya pada umumnya saja. Kalau secara personal, tidak bisa. Harus konsultasi," katanya.

Secara umum, makanan yang harus dihindari penderita autoimun adalah sebagai berikut:

Baca juga: Ulang Tahun, Chef Juna Diledek Finalis MasterChef Indonesia 

1. Makanan berkalori tinggi

Pada dasarnya, tubuh akan menyimpan kelebihan energi sebagai lemak saat mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Saat lemak di dalam tubuh seorang autoimun meningkat, maka akan memberikan sinyal negatif pada sistem metabolik.

"Kelebihan lemak non-esensial akan memberi sinyal negatif pada metabolik tubuh, ini akan memicu peningkatan kerja pada sel imunitas," ujar dr Rita.

Oleh karena itu, pasien autoimun harus diberikan kalori sesuai kebutuhan energinya dan tidak boleh ada kelebihan.

2. Gula

Gula dapat memicu reproduksi mikroba patogen dan akan menekan mikrobiota. Akibatnya, usus akan menyalurkan semua zat yang dimakan oleh seorang autoimun tanpa ada proses penyaringan dan penyerapan.

"Zat kimia tambahan serta kelebihan lemak dan kolesterol pun akan ikut terserap dan itu semua akan memicu kerja sel imunitas," terang dr Rita.

Selain itu, gula juga akan memicu insulin. Jika kadar insulin tinggi di dalam darah, maka dapat terjadi inflamasi atau peradangan.

Baca juga: 5 Makanan Lezat Khas Cirebon, Dijamin Menggugah Selera 

3. Lemak jenuh

"Sama seperti gula, lemak jenuh juga akan meningkatkan produksi insulin di dalam tubuh dan berdampak pada inflamasi dan kelebihan kalori," kata dr Rita.

4. Bahan kimia tambahan pangan dan nonpangan

Pengawet, penguat rasa, dan zat-zat tambahan pangan lain atau zat kimia yang tidak boleh ada di makanan akan memicu kerja sel imunitas sehingga berdampak pada kejadian autoimun.

Menurut dr Rita, beberapa penelitian mengatakan pasien autoimun mengalami likigan atau kebocoran dari usus sehingga zat-zat yang memiliki partikel besar tidak dianjurkan untuk dikonsumsi. Partikel besar tersebut bisa masuk sebelum dicerna dan akan diduga sebagai zat asing.

Bagi sebagian penderita autoimun, beberapa makanan lain juga perlu dihindari seperti kandungan gluten pada terigu, protein susu seperti kasein dan laktosa, putih telur, dan asam sitat pada kacang-kacangan. Beberapa tanaman terung-terungan seperti terung, tomat, paprika, dan cabai juga tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini